Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 27 Desember 2012 ditutup menguat 0,16% pada level 4281. Perkebunan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai IDR105,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup melemah tipis didorong oleh berita bahwa DPR AS berencana bersidang pada 30 Desember, yang menimbulkan optimisme akan tercapainya kesepakatan mengenai anggaran belanja AS. Pada awalnya indeks melemah lebih dalam setelah Senator Henry Reid menyatakan kemungkinan kesepakatan sebelum tanggal 1 Januari tidak dapat dilakukan karena Partai Republik tidak mau bekerja sama. Kemudian pelemahan indeks berkurang setelah diberitakan DPR akan melakukan sidang pada tanggal 30 malam, namun tidak disebutkan tindakan apa yang akan dilakukan DPR pada waktu itu. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS menulis surat kepada Kongres dan menyatakan batas utang federal akan tercapai pada 31 Desember dan departemennya akan segera menggunakan langkah luar biasa untuk membiayai defisit senilai USD 200 miliar pada awal 2013. Sementara itu data indeks keyakinan konsumen AS pada bulan Desember mengalami penurunan lebih buruk dari perkiraan, disebabkan oleh masalah anggaran yang belum terselesaikan membuat prospek ekonomi lebih suram. Data indeks keyakinan konsumen pada bulan Desember turun pada level 65,1 dari bulan sebelumnya 71,5 dan lebih buruk dari estimasi yang sebesar 70. Sedangkan data penjualan rumah baru meningkat pada level tertinggi selama dua tahun terakhir pada bulan November. Data initial claims menunjukkan pengangguran yang mengajukan klaim pekan lalu lebih sedikit dari yang diperkirakan. Klaim menurun sebanyak 12 ribu menjadi 350 ribu, sedikit dari perkiraan sebesar 360ribu. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan mixed. IHSG bergerak pada kisaran 4250 — 4320. Rekomendasi saham: JPFA, CPIN, WIKA, ADRO, BBCA, HRUM.
(ang/ang)











































