Phillip Securities: Pasar AS Reli, IHSG Berpotensi Kembali Menguat

Phillip Securities: Pasar AS Reli, IHSG Berpotensi Kembali Menguat

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Kamis, 03 Jan 2013 08:52 WIB
Phillip Securities: Pasar AS Reli, IHSG Berpotensi Kembali Menguat
Jakarta - Pada hari pertama perdagangan tahun ini, IHSG naik 29.788 poin atau 0.69% ke 4,346.475, dipimpin oleh saham-saham berbasis komoditas. Kenaikan IHSG pada hari Rabu (02/01) terjadi seiring sentimen positif di bursa-bursa regional Asia, setelah kongres AS mencapai sebagian kesepakatan untuk menghindari terjadinya β€œfiscal cliff” di AS. Enam dari 9 sektor utama ditutup di zona positif, antara lain sektor pertambangan mengalami reli 5.65%, sektor agrikultur naik 2.88%, dan sektor perdagangan dan jasa menguat 1.60%. Sementara indeks LQ45 bertambah 7.747 poin atau 1.05% di 742.789. Sebagian besar indeks-indeks bursa regional Asia menguat pada perdagangan hari pertama 2013, setelah pemungutan suara di kongres AS menghasilkan kesepakatan untuk menghindari terjadinya kenaikan pajak secara drastis bagi rakyat AS dengan penghasilan menengah ke bawah. Sebanyak 143 saham menguat, 103 saham turun, dan sisanya 220 saham tidak berubah pada perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia. Sementara untuk saham-saham blue-chip, 29 dari 45 komponen LQ45 berakhir di zona positif pada hari Rabu. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainer Rabu antara lain Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 1,450 poin atau 9.60% ke Rp 16,550, United Tractors (UNTR) menguat 1,250 poin atau 6.35% menjadi Rp 20,950, H.M. Sampoerna (HMSP) bertambah 1,100 poin atau 1.84% di Rp 61,000, Unilever Indonesia (UNVR) mencetak 1,000 poin atau 4.80% di Rp 21,850, dan Bayan Resources (BYAN) memperoleh 750 poin atau 8.88% dan ditutup di Rp 9,200. Sementara saham-saham yang merupakan top loser Rabu di antaranya Delta Djakarta (DLTA) jatuh 5,500 poin atau 2.16% ke Rp 249,500, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) turun 825 poin atau 18.86% ke Rp 3,550, Gudang Garam (GGRM) melemah 800 poin atau 1.42% di Rp 55,500, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) kehilangan 550 poin atau 2.45% di Rp 21,900, dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) terpangkas 250 poin atau 4.39% di Rp 5,450.

Saham-saham AS mengalami reli pada perdagangan Rabu (03/01), dengan indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 300 poin setelah kongres AS mencapai kesepakatan untuk menghindari pemotongan anggaran dan kenaikan pajak secara drastis, atau yang biasanya disebut β€œfiscal cliff”. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 308.41 poin, atau 2.4%, dan ditutup di 13,412.55, dengan saham Hewlett-Packard Co. (HPQ) dan Caterpillar Inc. (CAT) memimpin kenaikan yang mencakup seluruh 30 komponen Dow. Indeks S&P 500 menguat 36.23 poin, atau 2.5%, dan ditutup di 1,462.42, dengan sektor telekomunikasi mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 92.75 poin, atau 3.1%, di 3,112.26, dengan saham Apple Inc. (AAPL) naik 3.2%. Kesepakatan yang dicapai oleh Congres AS pada hari Selasa dapat menghindarkan kenaikan pajak untuk sekitar 98% penduduk AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, setelah reli yang terjadi di pasar AS sehingga dapat memberikan momentum positif untuk indeks. IHSG kami perkirakan akan diperdagangkan dengan rentang harga 4,294 – 4,391.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β 

Bullish Stocks:

ICBP - Buy ( S2: 7,750 , S1: 7,850 , R1: 8,050 , R2: 8,150 )

SMGR - Buy ( S2: 15,300 , S1: 15,650 , R1: 16,400 , R2: 16,800 )

AMFG - Buy ( S2: 7,950 , S1: 8,050 , R1: 8,250 , R2: 8,350 )

TPIA - Buy ( S2: 2,775 , S1: 3,175 , R1: 4,100 , R2: 4,625 )

JPFA - Buy ( S2: 6,000 , S1: 6,100 , R1: 6,200 , R2: 6,200 )

Β 

Bearish Stocks:

SSIA - Sell ( S2: 990 , S1: 1,020 , R1: 1,080 , R2: 1,110 )

TOTL - Sell ( S2: 840 , S1: 850 , R1: 900 , R2: 940 )

TRAM - Sell ( S2: 1,120 , S1: 1,130 , R1: 1,160 , R2: 1,180 )

TBIG - Sell ( S2: 4,950 , S1: 5,200 , R1: 5,850 , R2: 6,250 )

BBKP - Sell ( S2: 590 , S1: 600 , R1: 620 , R2: 630 )

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads