ekanan jual pada perdagangan kemarin terutama dialami oleh saham-saham emiten sektoral yang sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar seperti otomotif, telekomunikasi, perbankan, dan farmasi. IHSG ditutup anjlok 45,563 poin atau 1% di 4317,365. Koreksi indeks tersebut yang terburuk sejak perdagangan 8 Oktober tahun lalu dan tidak sejalan dengan tren penguatan di bursa kawasan Asia menyusul respon positif pasar atas data ekonomi China yang keluar kemarin. Ekspor China Desember lalu melonjak hingga 14,1% melampaui perkiraan pasar yang hanya memperkirakan tumbuh 4,6%.
Secara technical posisi IHSG kemarin sudah berada di bawah garis MA-50 yang berpeluang dimanfaatkan untuk melakukan short-selling. Sementara dari pasar saham global, tadi malam indeks DJIA dan S&P di Wall Street kembali mengalami rally, ditutup naik masing-masing 0,60% dan 0,76% di 13471,22 dan 1472,12. Selain faktor China, rally di Wall Street juga dipicu pertumbuhan angka perserdiaan barang grosir di AS November lalu yang mencapai 0,6% melampaui proyeksi sebelumnya 0,3%. Dari zona Euro ECB kembali menahan tingkat bunga acuannya sebesar 0,75%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4285 S2 4250 R1 4360 R2 4390
Β
Saham Pilihan
BSDE 1100-1180 Buy, SL 1080
PTRO 1760-1960 BoW, SL 1740
PTBA 15900-16300 Buy, SL 15600
WIKA 1590-1700 BoW, SL 1520
ENRG 94-104 BoW, SL 92
ADRO 1700-1770 SoS, SL 1690
(ang/ang)











































