Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir dengan penurunan moderat pada perdagangan Jumat (11/01), seiring dengan penutupan negatif di sebagian besar bursa-bursa ekuitas Asia setelah dirilisnya data inflasi China yang naik signifikan. Indeks ditutup melemah 11.453 poin, atau 0.27%, di 4,305.912. Tujuh dari 9 sektor utama dalam IHSG melemah, dengan sektor-sektor komoditas kembali memberikan tekanan pada IHSG. Tiga sektor yang turun paling banyak antara lain sektor pertambangan jatuh 1.19%, sektor agrikultur turun 13.01%, dan sektor industri dasar kehilangan 0.67%. Sementara indeks LQ45 terpangkas 2.027 poin, atau 0.28%, di 731.879. Sebagian besar indeks-indeks saham regional Asia berakhir negatif pada perdagangan Jumat (11/01), setelah dirilisnya data inflasi China yang naik cukup tajam. Indeks harga konsumen (CPI) untuk bulan Desember lalu naik 2.5%, yang merupakan level tertinggi dalam 7 bulan terakhir. Kenaikan signifikan tersebut menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap inflasi di China, yang dapat mengarah pada kebijakan moneter yang lebih ketat di negara tersebut. Sebanyak 112 saham turun, 111 saham naik, dan sisanya 246 saham tidak berubah pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.299 miliar lembar saham dengan nilai total Rp 3.934 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Perdagangan oleh investor asing tercatat sebagai jual bersih senilai Rp 259.92 miliar. Saham-saham yang membukukan performa terbaik pada sesi Jumat antara lain Fast Food Indonesia (FAST) menguat 500 poin atau 4.00% di Rp 13,000, United Tractors (UNTR) mencetak 400 poin atau 1.98% di Rp 20,650, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik 250 poin atau 5.00% di Rp 5,250, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) memperoleh 100 poin atau 0.47% di Rp 21,400, dan AKR Corporindo (AKRA) bertambah 100 poin atau 2.61% di Rp 3,925. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak di antaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah 700 poin atau 1.73% di Rp 39,850, Gudang Garam (GGRM) turun 550 poin atau 1.04% ke Rp 52,300, Semen Gresik (Persero) (SMGR) jatuh 450 poin atau 2.91% di Rp 15,000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) kehilangan 450 poin atau 2.79% di Rp 15,700, dan Nippon Indosari Corpindo (ROTI) terpangkas 300 poin atau 4.51% di Rp 6,350.
Perdagangan saham-saham AS berakhir datar pada hari Jumat (11/01), dengan sebagian besar investor lebih memilih menunggu hasil laporan keuangan emiten perbankan AS. Indeks S&P 500 ditutup hampir tidak berubah di 1,472.05, namun masih berada di kisaran level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 17.21 poin, atau 0.1%, di 13,488.43. Sementara indeks Nasdaq Composite yang sebagian besar terdiri dari saham-saham berbasis teknologi, naik 3.88 poin, atau 0.1%, di 3,125.63. Wells Fargo & Co. (WFC), yang merupakan bank AS yang pertama merilis laporan keuangan kuartal ke-4 di antara emiten-emiten perbankan AS, melaporkan laba dan pendapatan kuartal ke-4 yang lebih baik dari perkiraan pasar. Namun marjin bunga bersih (net interest margin) yang turun menjadi 3.56%, dari 3.89% di periode yang sama tahun sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan diperdagangkan relatif datar hari ini, dengan kurangnya momentum penggerak pasar global di awal pekan ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 4,276 dan 4,357 hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Bullish Stocks:
AISA - Buy ( S2: 1,090 , S1: 1,100 , R1: 1,150 , R2: 1,190 )
MRAT - Buy ( S2: 495 , S1: 500 , R1: 510 , R2: 520 )
MBTO - Buy ( S2: 375 , S1: 375 , R1: 375 , R2: 375 )
CTRP - Buy ( S2: 620 , S1: 630 , R1: 650 , R2: 660 )
ISAT - Buy ( S2: 6,700 , S1: 6,750 , R1: 6,950 , R2: 7,100 )
Β
Bearish Stocks:
SSIA - Sell ( S2: 1,160 , S1: 1,180 , R1: 1,210 , R2: 1,220 )
WIKA - Sell ( S2: 1,580 , S1: 1,610 , R1: 1,680 , R2: 1,720 )
PNBN - Sell ( S2: 600 , S1: 600 , R1: 620 , R2: 640 )
ACES - Sell ( S2: 650 , S1: 680 , R1: 760 , R2: 810 )
GLOB - Sell ( S2: 1,140 , S1: 1,140 , R1: 1,150 , R2: 1,160 )
(ang/ang)