Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin, Kenaikan Inflasi Cina memicu aksi profit taking dan Rally Nikkei berlanjut setelah Shinzo Abe mengisyaratkan untuk menargetkan laju tingkat pengangguran. Hangseng turun 90,24 point ke level 23.264,07 (-0,39%), STI turun 9,75 point ke level 3.216,50 (-0,30%), Nikkei naik 148,93 point ke level 10.801,57 (+1,40%), Kospi turun 10,13 point ke level 1.996,67 (-0,50%).
Bursa Eropa ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin, fokus investor masih tertuju pada laporan earning di AS dan kekhawatiran investor mengenai tingkat inflasi di Cina yang mengalami kenaikan mengidentifikasikan bahwa bank sentral akan menggagalkan pelonggaran moneter. FTSE menguat ke level 6.121,58 (+0,33%), Dax menguat ke level 7.715,53 (+0,09%), CAC menguat ke level 3.706,02 (+0,08%).
Bursa Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin, Investor masih menunggu hasil laporan emiten yang diperkirakan rata-rata tumbuh 1,9%, Dow Jones naik ke level 13.488,43 (+0,13%), Nasdaq naik ke level 3.125,64(+0,12%) dan S&P500 turun ke level 1.472,05 (+0,00%).
Hari ini perdagangan di Bursa Indonesia berpeluang rebound setelah mengalami tekanan pada minggu kemarin dan defisit anggaran AS sebesar $260 juta lebih rendah dari yang diperkirakan ekonom menjadi katalis positif bursa. IHSG akan bergerak di level 4.300 - 4.350.
(ang/ang)











































