Jakarta - IHSG mampu berbalik ke zona hijau di tengah banjir yang masih melanda Jakarta. Jika sebelumnya banyak penilaian bahwa merahnya IHSG karena banjir, lalu apakah dengan kenaikan di akhir pekan dapat dikatakan bahwa banjir telah surut? Nyatanya tidak, masih banyak wilayah yang terendam banjir. Lalu, jika demikian masihkah berpandangan bahwa banjir melemahkan IHSG?. Kenaikan di akhir pekan ialah imbas dari menguatnya mayoritas bursa saham Asia setelah rilis positif data-data dari China serta kabar disetujuinya bailout Spanyol dan Portugal. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.465,48 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.390,02 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.465,48. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (21/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.385-4.415 dan resistance 4.475-4.485. Berpola white marubozu melewati upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal downreversal dari area overbought. Adanya peluang pelemahan terpatahkan dengan kenaikan namun, kenaikan yang dinilai signifikan akan rentan dengan pelemahan bila tidak disertai dengan sentimen positif. Diharapkan sentimen positif masih ada dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking masif sehingga mampu mempertahankan IHSG di zona hijau.
(ang/ang)