Kiwoom Securities: Momentum Pelemahan Mulai Melambat

Kiwoom Securities: Momentum Pelemahan Mulai Melambat

Kiwoom Securities - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 08:14 WIB
Kiwoom Securities: Momentum Pelemahan Mulai Melambat
Jakarta - Relatif menguatnya Dow Jones di tengah mixednya bursa regional dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG kembali bergerak turun dengan mencoba beberapa level supportnya kemarin. Namun, adanya pola doji memberi sinyal awal melambatnya momentum pelemahan ini. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran yang mixed hari ini.



Bakrie Group – Hasil investigasi tidak dipublikasikan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bumi Plc menyatakan hasil investigasi yang dilakukan Macfarlanes LLP menunjukkan bukti pendukung sejumlah dugaan penyimpangan keuangan atas kedua asset di Indonesia, PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Berau Coal Energy (BRAU). Namun demikian keenganan pihak kunci untuk diwawancara dan memberikan informasi mengakibatkan tuduhan tersebut belum dapat dibuktikan. Hasil penyelidikan tidak dapat dipublikasikan seluruhnya akibat risiko hukum di Indonesia. Proses investigasi juga dimulai dari informasi yang dimiliki Rothschild dari seorang “whistleblower” yang ternyata didapat dengan cara illegal termasuk hacking e-mail. Akhir pekan lalu NR Investment memberi pernyataan bahwa Rothschild tidak bisa mempercayai hasil investigasi independen terhadap Bumi Plc karena adanya campur tangan dan sensor perusahaan yang tidak menjawab pertanyaan utama penyelidikan Macfarlanes.

 

KBLF – Rencana penambahan jaringan distribusi

PT Kalbe Farma (KBLF) menargetkan penjualan sebesar Rp 16 Triliun di tahun ini atau tumbuh 18% dari tahun lalu. Untuk mencapainya, KBLF telah menganggarkan dana sebesar Rp 300 Miliar-Rp 500 Miliar dari belanja modal sekitar Rp 1 Triliun - Rp 1.4 Triliun di tahun ini untuk menambah tiga sampai lima cabang distribusi. Penambahan cabang distribusi tersebut berada di lima pulau besar di Indonesia. Saat ini KBLF sudah memiliki 65 cabang distribusi dengan penambahan tersebut akan menjadi 68-70 cabang distribusi. Selain perluasan jaringan distribusi, KBLF juga berencana mengeluarkan 10 sampai 15 produk baru di tahun ini seperti produk obat bebas dan produk nutrisi.

 

MTLA – Target penjualan dan belanja modal

PT Metropolitan Land (MTLA) optimis dapat meraih marketing sales sebesar Rp 1.1 Triliun pada tahun ini. Dari target marketing sales sebanyak Rp 729 Miliar tau 66.3% berasal dari penjualan perumahan sedangkan sisanya akan didapat dari segmen perkantoran. Tahun ini, MTLA telah menanggarkan belanja modal sebesar Rp 850 MIliar. Sebagian dana itu akan diambil dari kas internal dan sebagian lagi dari pinjaman bank. Rencananya belanja modal akan digunakan untuk menyelesaikan proyek-proyek baru dan belanja modal juga akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di Cibitung.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads