Jakarta - Naiknya indeks harga perumahan AS yang diiringi sentimen positif dari Eropa berupa rilis kenaikan Gfk Consumer Climate Jerman dan turunnya yield obligasi Italia tenor 6 bulan serta rilis kinerja para emiten yang melampui pasar ternyata menjadi angin segar dan berimbas positif bagi IHSG, seperti yang kami harapkan sebelumnya. Bahkan kenaikan data-data ekonomi dari wilayah Asia Pasifik semakin menambah sentimen positif sehingga IHSG pun bisa bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan meskipun pada pembukaan tercatat melemah. Tak ketinggalan, pembukaan pasar saham Eropa yang naik tipis juga berimbas positif pada IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.456,93 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.433,65 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.452,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (31/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.424-4.442 dan resistance 4.465-4.472. Berpola hammer di atas middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba menyentuh area overbought. Lagi-lagi IHSG kembali membentuk hammer yang menggambarkan adanya pola penahan untuk daya beli sehingga kenaikan IHSG pun belum dapat dikatakan signifikan. Apalagi dengan penurunan volume perdagangan yang diikuti dengan turunnya aktivitas pelaku pasar asing maka IHSG bisa saja “jatuh” bila tidak ada penopang yang cukup kuat sebagai sandaran bertahan.
(ang/ang)