Bakrie Group – Rothschild kumpulkan dukungan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DGIK – Target kontrak baru
PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) menargetkan kontrak baru Rp 1.65 Triliun - Rp 1.80 Triliun pada tahun ini. Angka tersebut Naik 10%-20% dibanding target tahun lalu. Target ini masih lebih rendah dibanding realisasi kontrak baru DGIK tahun lalu yang mencapai Rp 2.4 Triliun. Pada akhir tahun lalu, bebrapa tender konstruksi gedung membuat DGIK mendapatkan nilai kontrak melebihi target. Kinerja tahun ini akan langsung didukung oleh kontrak lanjutan yang diperkirakan Rp 1.3 Triliun dari proyek tahun lalu. Sekarang DGIK mulai mengerjakan proyek yang dimenangkan akhir 2012.
KBLI – Rencana peningkatan kapasitas produksi
PT KMI Wire and Cable (KBLI) akan meningkatkan kapasitas produksinya pada tahun depan dan persiapan bertahap akan dilakukan pada tahun ini dengan membeli 10 unit mesin produksi baru. Tambahan 10 unit mesin tersebut untuk meningkatkan produksi dua jenis kabel yaitu, kabel tembaga dan kabel aluminium. Saat ini kapasitas produksi kabel tembaga KBLI mencapai 13,000 ton per tahun. Nantinya, dengan tambahan mesin kapasitas produksi kabel tembaga menjadi 16,000 ton per tahun. KBLI pada tahun ini juga menargetkan lahan baru untuk memudahkan rencana ekspansi bisnis pada tahun mendatang dan manajemen KBLI memperkirakan kebutuhan lahan baru sekitar 4 Ha.
WIKA – Divestasi anak usaha
PT Wijaya Karya (WIKA) menjual (divestasi) 35% saham PT Wijaya Karya Jabar Power (WJP) dan 5% saham PT Jasamarga Bali Tol (JBT). Setelah divestasi tersebut kepemilikan WIKA pada WJP sebesar 20% dan tidak memiliki saham lagi pada JBT. Nilai divestasi WJP lebih dari Rp 4.9 miliar dan JBT sebesar Rp 9 miliar.
(ang/ang)











































