Kiwoom Securities: Potensi Profit Taking Hambat Penguatan

Kiwoom Securities: Potensi Profit Taking Hambat Penguatan

Kiwoom Securities - detikFinance
Kamis, 31 Jan 2013 08:45 WIB
Kiwoom Securities: Potensi Profit Taking Hambat Penguatan
Jakarta - Bursa dunia dalam tren pelemahan dapat mempengaruhi sentimen. IHSG dapat bergerak naik dengan dukungan cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun demikian, potensi profit taking terlihat dapat menghambat penguatan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung untuk mixed hari ini.



Bakrie Group – Rothschild kumpulkan dukungan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rothschild terus mengumpulkan dukungan terhadap rencana perombakan direksi yang akan meminta persetujuan RUPSLB pada 21 Februari 2013. Stoneycroft Limited, pemegang 510,500 lembar saham Bumi Plc. (sekitar 0.35% voting interest), menyatakan akan mendukung langkah Rothschild . Sebelumnya, Michael Platt – CEO BlueCrest Capital Management dan Lord David Alliance, masing-masing pemegang 344,247 lembar dan 350,000 lembar saham Bumi Plc., juga menyatakan dukungannya terhadap Rothschild. Menurut NRI, surat edaran Direktur Independen Senior Bumi Plc. terhadap seluruh pemegang saham gagal menjelaskan bahwa Bakrie Grup memegang kendali perusahaan, baik sebelum maupun setelah proposal pemisahan dieksekusi. Andaikata dilanjutkan proposal tersebut, Samin Tan, Alexander Ramlie, dan Nalin Rathod tetap berada pada jajaran Direksi. Rothschild berpendapat Bumi Plc. baru dapat menjadi bersih apabila orang-orang dari kelompok Bakrie dikeluarkan dari jajaran manajemen.

 

DGIK – Target kontrak baru

PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) menargetkan kontrak baru Rp 1.65 Triliun - Rp 1.80 Triliun pada tahun ini. Angka tersebut Naik 10%-20% dibanding target tahun lalu. Target ini masih lebih rendah dibanding realisasi kontrak baru DGIK tahun lalu yang mencapai Rp 2.4 Triliun. Pada akhir tahun lalu, bebrapa tender konstruksi gedung membuat DGIK mendapatkan nilai kontrak melebihi target. Kinerja tahun ini akan langsung didukung oleh kontrak lanjutan yang diperkirakan Rp 1.3 Triliun dari proyek tahun lalu. Sekarang DGIK mulai mengerjakan proyek yang dimenangkan akhir 2012.

 

KBLI – Rencana peningkatan kapasitas produksi

PT KMI Wire and Cable (KBLI) akan meningkatkan kapasitas produksinya pada tahun depan dan persiapan bertahap akan dilakukan pada tahun ini dengan membeli 10 unit mesin produksi baru. Tambahan 10 unit mesin tersebut untuk meningkatkan produksi dua jenis kabel yaitu, kabel tembaga dan kabel aluminium. Saat ini kapasitas produksi kabel tembaga KBLI mencapai 13,000 ton per tahun. Nantinya, dengan tambahan mesin kapasitas produksi kabel tembaga menjadi 16,000 ton per tahun. KBLI pada tahun ini juga menargetkan lahan baru untuk memudahkan rencana ekspansi bisnis pada tahun mendatang dan manajemen KBLI memperkirakan kebutuhan lahan baru sekitar 4 Ha.

 

WIKA – Divestasi anak usaha

PT Wijaya Karya (WIKA) menjual (divestasi) 35% saham PT Wijaya Karya Jabar Power (WJP) dan 5% saham PT Jasamarga Bali Tol (JBT). Setelah divestasi tersebut kepemilikan WIKA pada WJP sebesar 20% dan tidak memiliki saham lagi pada JBT. Nilai divestasi WJP lebih dari Rp 4.9 miliar dan JBT sebesar Rp 9 miliar.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads