Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah

Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah

- detikFinance
Jumat, 15 Feb 2013 08:26 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - Relatif melemahnya beberapa bursa dunia dapat menjadi sentimen negatif di akhir minggu ini. IHSG masih dapat bergerak naik kembali mencapai rekor baru kemarin. Namun, adanya level psikologis 4,600 serta tren yang overbought terlihat dapat mendorong terjadinya koreksi. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah hari ini.



AALI – Pertumbuhan Produksi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Astra Agro Lestari (AALI) mencatat kenaikan produksi sebesar 38%Yoy menjadi 135.6 ribu ton pada Januari 2013 dari 98 ribu ton pada Januari 2012. Produksi TBS inti tumbuh 32.7% menjadi 349.49 ribu ton dan produksi TBS plasma tumbuh 46% menjadi 249 ribu ton.



ASSA – Penambahan armada

PT Adi Sarana Armada (ASSA) menargetkan dalam lima tahun akan mendatangkan 11,000 armada, hingga saat ini ASSA memiliki 11,000 armada. Dengan target tersebut di tahun 2017 ASSA akan memiliki 22,000 armada. Penambahan armada akan didatangkan secara bertahap dengan tahun ini mendatangkan 4,500 armada dan ASSA menganggarkan investasi sekitar Rp 700 Miliar. Tipe armada yang ditambah berjenis multi purpose vehicle (MPV) yang saat ini mendominasi 70% armada milik ASSA, sisanya truk yang digunakan untuk pengiriman logistik. pembiayaan pembelian armada baru akan berasal dari pinjaman perbankan atau obligasi dan menggunakan kas internal. ASSA tahun ini menargetkan pendapatan mencapai Rp 1 Triliun naik 20% dibandingkan pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 800 Miliar.



BTPN – Rencana emisi obligasi

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III senilai Rp 750 Miliar, yang merupakan bagian terakhir dari obligasi berkelanjutan senilai total Rp 2.5 Triliun. Obligasi tahap III akan terdiri dari dua seri dimana Seri A senilai Rp 350 Miliar menawarkan tingkat kupon 7.65% dengan tenor 3 tahun sedangkan Seri B senilai Rp 400 Miliar menawarkan kupon 8.25% dengan tenor 5 tahun. Fitch Rating Indonesia memberi peringkat AA-(idn) terhadap rencana emisi obligai BTPN.



FAST – Peraturan waralaba restoran

PT Fast Food Indonesia (FAST) berpotensi terkena dampak peraturan baru pemerintah yang membatasi kepemilikan gerai sendiri sebanyak maksimal 250 outlet. Menteri Perdagangan telah menandatangani Peraturan Menteri Perdagangan No. 7/2013 tentang Pengembangan Kemitraan dalam Waralaba untuk Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman pada 11 Februari lalu. Saat ini FAST telah memiliki lebih dari 400 gerai dengan status β€œcompany owned” di seluruh Indonesia. FAST merupakan pemegang hak waralaba restoran Kentucky Fried Chicken (KFC). Implementasi peraturan baru tersebut berpotensi membatasi ruang lingkup perusahaan, terutama dalam hal ekspansi usaha.



WSKT – Kinerja 2012

PT Waskita Karya (WSKT) membukukan kenaikan laba bersih 2012 sebesar 48%Yoy menjadi Rp 255.5 Miliar Vs Rp 172 Miliar pada 2011 lalu. Kenaikan kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 20%Yoy menjadi RP 8.72 Triliun Vs Rp 7.27 Triliun pada 2011. WSKT membukukan margin laba kotor sebesar 9.8% dan margin laba bersih 2.9%. Jumlah tersebut naik dibandingkan 2011 masing-masing sebesar 9% dan 2.4%. WSKT tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29% menjadi Rp 11.2 Triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan Rp 364 Miliar atau naik 42%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads