Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin, jelang pertemuan G-20 yang akan membahas kebijakan nilai tukar investor cenderung berhati-hati. Kenaikan Nikkei terdorong oleh sentimen positif dari BOJ yang menaikkan penilaian terhadap ekonomi Jepang dan tingkat suku bunga yang masih dipertahankan di bawah 0,1%. Hangseng menguat 198,09 point ke level 23.413,25 (+0,85%), STI melemah 10,57 point ke level 3.290,47 (-0,32%), Nikkei menguat 56,14 point ke level 11.307,28 (+0,50%) dan Kospi menguat 3,54 point ke level 1.979,61 (+0,18%)
Bursa Eropa ditutup melamah pada perdagangan kemarin, sejumlah data perekonomian Eropa yang dilaporkan melemah membenamkan bursa saham eropa. FTSE melemah ke level 6.327,36 (-0,50%), Dax melemah ke level 7.631,19 (-1,05%), CAC melemah ke level 3.669,60 (-0,78%).
Bursa Wall Street ditutup mixed pada perdagangan kemarin, meskipun data tingkat pengangguran yang dilaporkan turun belum bisa mengalahkan sentimen negatif yang datang dari Eropa, hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar bahwa zona eropa masih belum bisa terbebas dari krisis yang berkepanjangan. Dow Jones turun ke level 13.982,91 (-0,26%), Nasdaq naik ke level 3.196,88 (+0,33%) dan S&P500 naik ke level 1.502,33 (+0,06%)
Hari ini perdagangan di Bursa Indonesia rawan koreksi, penguatan selama empat hari membuat IHSG berada di titik jenuh beli sehingga aksi profit taking akan membayangi pergerakan bursa dan sentimen negatif datang dari kawasan Eropa sejumlah data perekonomian Eropa dilaporkan turun. IHSG akan bergerak di level 4.520 - 4.600.
(/)











































