Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan kemarin, resesi yang dialami Eropa membebani bursa saham Asia kekhawatiran ini terjadi karena berdampak pada kinerja ekspor perusahan Asia yang sebagian besar tujuan ekspor ke negara eropa. Hangseng menguat 31,31 point ke level 23.444,56 (+0,13%), STI melemah 7,40 point ke level 3.283,07 (-0,22%), Nikkei melemah 133,45 point ke level 11.173,83 (-1,18%) dan Kospi menguat 1,57 point ke level 1.981,18 (+0,08%)
Bursa Eropa sebagian ditutup melemah pada perdagangan kemarin, pergerakan bursa eropa terbebani oleh data kinerja ekspor negara eropa yang dilaporkan turun 1,8% dan menunggu hasil pertemuan G20. FTSE menguat ke level 6.328,26 (+0,01%), Dax melemah ke level 7.593,51 (-0,49%), CAC melemah ke level 3.660,37 (-0,25%).
Bursa Wall Street sebagian besar ditutup melemah pada perdagangan kemarin, terdorong oleh sentimen negatif eropa dan investor cenderung menunggu hasil G20 yang akan membhas kebijakan-kebijakan moneter dunia. Dow Jones naik ke level 13.981.76 (+0,06%), Nasdaq turun ke level 3.192,03 (-0,21%) dan S&P500 turun ke level 1.519,79 (-0,10%)
Hari ini perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan masih menguat tapi cenderung terbatas, penguatan selama satu minggu membuat IHSG berada di titik jenuh beli sehingga rawan aksi profit taking. Katalis positif datang dari pelemahan yen yang terus berlanjut dan pernyataan Bernanke yang masih akan menggunakan kebijakan domestik untuk mendongkrak pertumbuhan. IHSG akan bergerak di level 4.590 - 4.650.
(ang/ang)











































