Minyak light sweet diperdagangkan di level US$97 per barel di New York setelah perkiraan akan terjadinya bottleneck pada jalur pipa minyak di Seaway.
IHSG kemarin (19/2) ditutup turun -9,98 poin (-0,22%) ke 4.602,06 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp38,73 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBNI, TLKM, BBCA, GGRM, dan WSKT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal penurunan IHSG mengindikasikan bahwa IHSG sedang berkonsolidasi.
Pada perdagangan hari ini (20/2) besar kemungkinan IHSG kembali akan terkoreksi di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh Indikator Slow Stochastic yang menghasilkan sinyal dead cross dan RSI yang berada pada area overbought dan diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.550-4.750 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BHIT, BTPN, dan GGRM.
(etr/ang)











































