Jakarta - Mayoritas saham-saham Indonesia berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin (04/03), di tengah jatuhnya indeks-indeks saham regional Asia setelah pemerintah China mulai memberlakukan ketentuan baru untuk meredam kenaikan harga properti di negara tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan 50.152 poin, atau 1.04%, dan ditutup di 4,761.461. Delapan dari 9 sektor ditutup di zona merah, antara lain sektor finansial jatuh 1.83%, sektor infrastruktur turun 1.43%, dan sektor konstruksi, properti, dan real estat terpangkas 1.20%. Sebagian besar saham-saham blue-chip juga melemah. Indeks LQ45 berakhir dengan penurunan 9.819 poin, atau 1.19%, di 818.152. Indeks-indeks saham regional Asia rata-rata tertekan pada perdagangan Senin (04/03), setelah pemerintah China memberlakukan peraturan kepemilikan rumah baru yang ditujukan untuk membatasi kenaikan harga properti. Pemerintah China mulai menerapkan uang muka yang lebih tinggi, dan tingkat suku bunga KPR yang lebih tinggi, terutama di kota-kota yang telah mengalami kenaikan harga properti yang signifikan. Sebanyak 176 saham turun, 79 saham naik, dan sisanya 217 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 5.609 miliar lembar saham senilai Rp 5.568 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih dengan nilai total Rp 208.29 miliar. Saham-saham yang mencatat kenaikan terbanyak pada perdagangan Senin antara lain Mahaka Media (ABBA) naik 23 poin atau 30.67% ke Rp 98, Nusantara Inti Corpora (UNIT) menguat 55 poin atau 22.92% di Rp 295, Hotel Mandarine Regency (HOME) bertambah 30 poin atau 13.95% menjadi Rp 245, Centris Multipersada Pratama (CMPP) mencetak 180 poin atau 13.14% di Rp 1,550, dan Prima Alloy Steel Universal (PRAS) memperoleh 35 poin atau 12.73% di Rp 310. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Lamicitra Nusantara (LAMI) jatuh 50 poin atau 15.87% ke Rp 265, Bank OCBC NISP (NISP) turun 130 poin atau 8.50% ke Rp 1,400, Bumi Resources Minerals (BRMS) kehilangan 25 poin atau 7.81% di Rp 295, Summarecon Agung (SMRA) terpangkas 175 poin atau 7.37% di Rp 2,200, dan Lion Metal Works (LION) melemah 1000 poin atau 7.14% di Rp 13,000.
Perdagangan saham-saham AS pada hari Senin (04/03) ditutup positif, didukung oleh menguatnya saham-saham difensif yang berhasil meredam penurunan di awal sesi setelah China menerapkan ketentuan baru kepemilikan properti untuk mencegah bubble di negara tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 38.16 poin, atau 0.3%, di 14,127.82. Saham Wal-Mart Stores Inc. (WMT) memimpin dengan kenaikan sebesar 2.1%, diikuti oleh Home Depot Inc. (HD) dan Merck & Co. (MRK). Indeks S&P 500 berakhir dengan kenaikan tipis 7 poin, dan ditutup di 1,525.20. Sektor utilitas mengalami kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 12.29 poin, dan berakhir di 3,182.03.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas hari ini, dengan momentum dari penutupan indeks-indeks saham AS yang dapat memberikan sentimen positif di bursa-bursa regional Asia hari ini. IHSG kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 4,696 dan 4,858.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bullish Stocks:
PWON - Bullish ( S2: 330 , S1: 340 , R1: 355 , R2: 360 )
ADHI - Bullish ( S2: 2,400 , S1: 2,475 , R1: 2,625 , R2: 2,700 )
PTPP - Bullish ( S2: 870 , S1: 890 , R1: 930 , R2: 950 )
SSIA - Bullish ( S2: 1,370 , S1: 1,400 , R1: 1,470 , R2: 1,510 )
TOTL - Bullish ( S2: 980 , S1: 1,020 , R1: 1,110 , R2: 1,160 )
Bearish Stocks:
SGRO - Bearish ( S2: 2,100 , S1: 2,175 , R1: 2,275 , R2: 2,300 )
BYAN - Bearish ( S2: 8,050 , S1: 8,050 , R1: 8,150 , R2: 8,250 )
BUDI - Bearish ( S2: 115 , S1: 115 , R1: 115 , R2: 115 )
GJTL - Bearish ( S2: 1,990 , S1: 2,025 , R1: 2,150 , R2: 2,250 )
HEXA - Bearish ( S2: 6,050 , S1: 6,100 , R1: 6,350 , R2: 6,550 )
(dru/dru)