Beberapa bank lapis kedua yang mengalami kenaikan adalah: Bank OCBC NISP (NISP) +Rp 100 atau 7,14% menjadi Rp 1.500, Bank Himpunan Saudara (SDRA) +Rp 30 atau 5,17% menjadi Rp 610, Bank Pan Indonesia (PNBN) +Rp 20 atau 2,32% menjadi Rp 880, Bank Jabar Banten (BJBR) +Rp 20 atau 1,61% menjadi Rp 1.260, Bank Victoria (BVIC) +Rp 2 atau 1,55% menjadi Rp 131, Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 10 atau 0,71% di Rp 1.400. Sedangkan kenaikan tertinggi dicatat Bank Bukopin yang naik Rp 60 atau 8% ke Rp 810.
Saham BBKP menjadi incaran broker terkait isu divestasi. Broker-broker berburu barang murah karena ada isu tender offer di kisaran harga Rp 1.200. Saham Bukopin yang berpindah tangan mencapai 200.957 lot atau 100,5 juta lembar, terbanyak dibandingkan bank-bank lain. Frekuensi transaksi Bukopin juga terbanyak mencapai 1.576 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu bank-bank blue chip malah tertekan. Bank Mandiri (BMRI) tertekan Rp 150 atau 154% di Rp 9.550; Bank BRI turun Rp 150 atau 1,71% di Rp 8.600; Bank BNI (BBNI) turun Rp 25 atau 0,52% di Rp 4.700; Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 atau 2,38% di Rp 6.150.
(ang/ang)











































