Jakarta -
Seolah ingin membalas penurunan di hari sebelumnya, IHSG mencoba untuk menguat kembali. Akan tetapi, derasnya aksi profit taking dan mulai adanya nett sell asing membuat IHSG kehilangan momentum untuk menghijau hingga akhir sesi. Pelaku pasar pun semakin gencar melakukan aksi jual setelah melihat asing yang mulai mencatatkan nett sell. Terlihat selama intraday perdagangan, perjalanan IHSG berlangsung datar. Padahal jika dibandingkan dengan laju bursa saham Asia lainnya, berjalan di jalur hijau berbeda dengan IHSG yang memerah. Menghijaunya bursa saham Eropa, tidak serta merta mampu mengangkat IHSG ke zona hijaunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.779,55 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.751,48 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.751,70. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (6/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4695-4733 dan resistance 4782- 4791. Berpola menyerupai inverted hammer di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terlihat menjauhi area overbought. Setelah IHSG gagal membalikkan posisi menuju area hijau di tengah positifnya bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa maka tidak jauh berbeda dari sebelumnya dimana IHSG kemungkinan masih akan mengalami pelemahan lanjutan. Namun demikian, jika terjadi pelemahan maka diharapkan tidak melewati target support kami agar tidak membuka peluang pelemahan lanjutan yang lebih besar.
(ang/ang)