Jakarta - Harapan untuk melanjutkan rebound setelah berhasil membentuk candle hijau tampaknya gagal dicapai IHSG setelah tersengat kabar negatif dari proses bailout Cyprus. Di sisi lain, aksi jual pada bursa saham AS di akhir pekan seolah menghentikan reli panjangnya. Seperti IHSG dimana DJIA mengambil jeda untuk tidak naik seterusnya dengan memanfaatkan berita negatif berupa rilis penurunan consumer sentiment dan NY Empire State Manufacturing Index. Memerahnya laju bursa saham Asia yang diikuti dengan pembukaan bursa saham Eropa membuat IHSG kesulitan untuk keluar dari zona merahnya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.822,20 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.782,00 (level terendahnya) jelang preclosing dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.802,83. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (19/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4758-4794 dan resistance 4815-4826. Berpola menyerupai spinning di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih cenderung turun dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R, dan Stochastic masih melanjutkan downreversal. Kembali IHSG menembus level target support kami (4792-4808) sehingga bisa saja membuka peluang pelemahan lebih lanjut jika tidak ada sentimen positif yang mampu menahan pelemahan tersebut. Meski IHSG tidak memilih untuk bergerak menuju gap (4721-4735) namun, tidak ada salahnya mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
(ang/ang)