Jakarta - Harapan tinggal lah harapan. Apa yang kami khawatirkan terjadi pada IHSG dimana lajunya mulai terkonsolidasi dan menjauhi sementara level 5000. Harapan banyak kalangan pasar pun buyar terhadap pencapaian 5000 dalam waktu dekat ini. Apalagi setelah bursa saham AS gagal bertahan di zona positif setelah rilis penurunan data MBA Mortgage Applications; ISM Non-Manufacturing PMI; dan ADP Employment Change. Pelemahan dalam intraday perdagangan sempat berkurang dengan sentimen dari Jepang terkait hasil meeting BoJ namun, dengan liburnya HSI, Shanghai, dan TaiEx serta variatifnya pembukaan pasar saham Eropa jelang ECB meeting membuat IHSG melanjutkan pelemahan lebih dalam. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4971,07 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.922,61 (level terendahnya) di akhir sesi 2 yang sekaligus menjadi level penutupan. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (4/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4905-4912 dan resistance 4936-4950. Berpola menyerupai black marubozu di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD stagnan dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai downreversal. Level yang buruk bagi IHSG dimana tidak mampu bertahan dalam target support kami (4936-4962). Laju pelemahan ini bisa saja berlanjut namun, jika kondisi bursa saham global bergerak rebound maka IHSG pun akan tertahan pelemahannya. Diharapkan tidak kembali melewati target support kami berikutnya.
(ang/ang)