Kiwoom Securities: Minat Jual Asing Tinggi

Kiwoom Securities: Minat Jual Asing Tinggi

- detikFinance
Jumat, 05 Apr 2013 09:11 WIB
Kiwoom Securities: Minat Jual Asing Tinggi
Jakarta - Mixednya bursa dunia di tengah rencana BOJ meluncurkan paket stimulus dapat mempengaruhi sentimen. IHSG terkoreksi setelah memasuki area yang overbought kemarin. Serta, cukup tingginya minat jual asing dapat kembali memberikan tekanan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed pada hari ini.



ELTY – Gagal bayar obligasi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Bakrieland Development (ELTY) menyatakan belum dapat memenuhi perjanjian pembayaran unsecured guaranteed equity linked bond senilai US$ 155 Juta yang jatuh tempo pada 25 Maret lalu. Obligasi tersebut diterbitkan oleh BLD Investments Pte. Ltd. (anak perusahaan ELTY di Singapura) pada 23 Maret 2010. Pada 11 Maret lalu manajemen juga menyampaikan pemberitahuan terkait gagal bayar obligasi I/2008 seri B senilai Rp 280 Miliar namun dilunasi pada 13 Maret 2013. Akibat keterlambatan pembayaran tersebut Pefindo menurunkan peringkat obligasi ELTY dari idB menjadi idCCC.



INDY – Belanja modal

PT Indika Energy (INDY) menurunkan alokasi belanja modal tahun ini dari US$ 256.2 Juta tahun lalu menjadi US$ 78.2 Juta tahun ini. Sekitar US$ 34.9 Juta dialokasikan untuk sektor sumber daya alam, US$ 33.9 Juta dialokasikan untuk anak perusahaan, PT Petrosea (PTRO). US$ 4.5 Juta dialokasikan untuk kepentingan holding, US$ 3 Juta untuk PT Tripatra, dan US$ 1.9 Juta untuk anak perusahaan, PT Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS). Untuk pengembangan tambang batubara Kideco, alokasi belanja modal tahun ini diturunkan sebesar 38.8%Yoy menjadi US$ 42.7 Juta dari US$ 69.8 Juta tahun lalu.



TINS – Ekspansi terhambat regulasi

Rencana ekspansi PT Timah (TINS) menghadapi kendala, Dua anak perusahaan TINS yang direncanakan berekspansi di Myanmar diharuskan bekerja sama dengan perusahaan lokal terkait dengan peraturan pemerintah Myanmar pada akhir tahun lalu. Sebelumnya TINS akan masuk sebagai penanaman modal asing (PMA). TINS sedang melakukan due diligence terhadap dua perusahaan timah setempat yang akan menjadi mitra. Manajemen TINS mengungkapkan konsesi lahan TINS di Myanmar direncanakan mencapai 10,000 Ha dan Pemerintah Myanmar tidak menentukan minimal saham yang harus digenggam oleh perusahaan lokal.



TLKM – Rencana ekspansi

PT Telkom Indonesia (TLKM) berencana menjadi penyedia jasa full service provider telekomunikasi di Myanmar. TLKM sudah memasukkan proposal prakualifikasi tender. TLKM melalui anak usahanya, PT Telkom Internasional mengincar proyek full service provider di Myanmar yang diperkirakan mencapai US$ 2 Miliar. Setelah tahap penyerahan proposal, pemerintah Myanmar sebagai pelaksana tender akan mengumumkan bidder yang lolos dalam tahap prakualifikasi pada 11 April 2013

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads