ELTY – Gagal bayar obligasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
INDY – Belanja modal
PT Indika Energy (INDY) menurunkan alokasi belanja modal tahun ini dari US$ 256.2 Juta tahun lalu menjadi US$ 78.2 Juta tahun ini. Sekitar US$ 34.9 Juta dialokasikan untuk sektor sumber daya alam, US$ 33.9 Juta dialokasikan untuk anak perusahaan, PT Petrosea (PTRO). US$ 4.5 Juta dialokasikan untuk kepentingan holding, US$ 3 Juta untuk PT Tripatra, dan US$ 1.9 Juta untuk anak perusahaan, PT Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS). Untuk pengembangan tambang batubara Kideco, alokasi belanja modal tahun ini diturunkan sebesar 38.8%Yoy menjadi US$ 42.7 Juta dari US$ 69.8 Juta tahun lalu.
TINS – Ekspansi terhambat regulasi
Rencana ekspansi PT Timah (TINS) menghadapi kendala, Dua anak perusahaan TINS yang direncanakan berekspansi di Myanmar diharuskan bekerja sama dengan perusahaan lokal terkait dengan peraturan pemerintah Myanmar pada akhir tahun lalu. Sebelumnya TINS akan masuk sebagai penanaman modal asing (PMA). TINS sedang melakukan due diligence terhadap dua perusahaan timah setempat yang akan menjadi mitra. Manajemen TINS mengungkapkan konsesi lahan TINS di Myanmar direncanakan mencapai 10,000 Ha dan Pemerintah Myanmar tidak menentukan minimal saham yang harus digenggam oleh perusahaan lokal.
TLKM – Rencana ekspansi
PT Telkom Indonesia (TLKM) berencana menjadi penyedia jasa full service provider telekomunikasi di Myanmar. TLKM sudah memasukkan proposal prakualifikasi tender. TLKM melalui anak usahanya, PT Telkom Internasional mengincar proyek full service provider di Myanmar yang diperkirakan mencapai US$ 2 Miliar. Setelah tahap penyerahan proposal, pemerintah Myanmar sebagai pelaksana tender akan mengumumkan bidder yang lolos dalam tahap prakualifikasi pada 11 April 2013
(ang/ang)











































