Data ekonomi AS yang keluar menunjukkan perlambatan pertumbuhan bisnis manufakturnya dan pertumbuhan kesempatan kerja yang lemah. Data terakhir China juga menunjukkan negara tersebut mengalami perlambatan aktivitas industrinya. Sedangkan dari domestik, perekonomian Indonesia tengah menghadapi tantangan meningkatnya inflasi dan melebarnya defisit neraca perdagangan. Namun langkah sejumlah bank sentral utama dunia melonggarkan moneternya telah memicu penguatan indeks saham sepanjang tahun ini. Kemarin bank sentral Jepang (BoJ) juga mengumumkan langkah pelonggaran moneter secara agresif untuk mengangkat perekonomian negara tersbeut. Ini memicu penguatan indeks Nikkei Tokyo hingga 2,2% dan berimbas pada perdagangan saham di Wall Street. Indeks DJIA dan S&P tadi malam masing-masing ditutup naik 0,38% dan 0,40% setelah sehari sebelumnya terkoreksi 0,76% dan 1,05%. Sedangkan di zona Euro indeks utama saham masih ditutup di teritori negatif menyusul komentar Draghi, Presiden ECB, yang menyatakan ECB tidak akan menutupi kekurangan modal yang dialami perbankan zona Euro. Kemarin ECB dan BoE menahan tingkat bunga acuannya masing-masing 0,75% dan 0,5%.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan masih terjadi pelemahan meskipun terbatas. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4890 dan resisten 4950.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
ENRG 117-125 BoW, SL 115
BRAU 250-265 TB, SL 240
BRMS 380-425 BoW, SL 370
PTBA 15100-15500 TB, SL 15000
ITMG 38000-39400 TB, SL 37000
ASSA 420-455 B, SL 415
BKSL 260-295 TB, SL 250
(ang/ang)











































