Jakarta -
Penguatan yang terjadi pada bursa saham AS sebelumnya karena pidato The Fed sempat menghantarkan IHSG menghijau meskipun masih di bawah target atas dari resisten kami (4936-4950). Akan tetapi, karena indeks saham HSI memerah membuat laju penguatan IHSG sempat terhambat dan mampir ke zona merah. Kemungkinan pelaku pasar menilai tren IHSG jangka pendek sudah berubah menjadi downtrend sehingga mereka berorientasi jualan ketika IHSG naik. Itulah yang menyebabkan laju penguatan IHSG terhambat. Masih merahnya pembukaan pasar saham Eropa turut menghambat kenaikan yang yang terjadi. Untungnya, masih adanya nett buy asing membuat IHSG kembali melompat ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4948,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 44907,63 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4926,07. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (8/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4882-4915 dan resistance 4955-4965. Berpola menyerupai spinning di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD mulai downreversal dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit dowreversal. Penutupan IHSG di antara batas support 1 dan resisten 1 kami (4912-4936) membuat IHSG berada di persimpangan jalan meskipun terdapat peluang kenaikan. Sentimen negatif sedikit saja bisa melemahkan IHSG. Untuk itu, cermati rilis data ekonomi dan laju bursa saham global dan tetap mewaspadai bila ada potensi pembalikan arah.
(ang/ang)