Kiwoom Securities: Laju IHSG Terhambat Aksi Jual Asing

Kiwoom Securities: Laju IHSG Terhambat Aksi Jual Asing

- detikFinance
Senin, 08 Apr 2013 08:19 WIB
Kiwoom Securities: Laju IHSG Terhambat Aksi Jual Asing
Jakarta - Melemahnya Dow Jones serta bursa Eropa di tengah mixednya pasar regional dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG hanya menguat tipis setelah bergerak mixed minggu lalu. kemarin. Berlanjutnya minat jual asing dapat menghambat peluang penguatan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung untuk mixed hari ini.


BABP – Rencana takeover
PT MNC Kapital Indonesia (MKI) berencana membeli 30% saham PT Bank ICB Bumiputera (BABP) dari ICB Financial Group Holdings AD. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB Juni mendatang. MKI telah menandatangani surat perjanjian jual beli bersyarat (conditional sell purchase agreement) pada 2 April lalu dan telah menyerahkan surat tersebut kepada BI. Selanjutnya MKI akan segera memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk fit and proper test.


BKSL & ELTY – Transaksi Bukit Jonggol Asri
PT Bakrieland Development (ELTY) menjual 15% saham di PT Bukit Jonggol Asri (Sentul Nirwana) ke PT Sentul City (BKSL) dengan nilai transaksi mencapai Rp 300 MIliar. BKSL membeli 15% saham Bukit Jonggol dari PT Graha Andrasentra Propertindo, anak usaha ELTY. Sehingga kepemilikan BKSL di PT Bukit Jonggol Asri meningkat dari 50% menjadi 65%. Akuisisi saham Bukit Jonggol tersebut menaikkan cadangan lahan (landbank) BKSL sekitar 1,800 Ha dari total luas lahan Sentul Nirwana yang mencapai 12,000 Ha. Pendanaan akuisisi saham berasal dari pendanaan eksternal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


CPRO – Resktrukturisasi utang
Manajemen PT Central Proteinaprima (CPRO) akan segera melakukan paparan publik terkait rencana restrukturisasi obligasi senilai US$ 325 Juta. Rencana tersebut menunggu persetujuan para pemegang obligasi dalam voting pada RUPO 18 April mendatang. Salah satu hal dalam usuln restrukturisasi adalah perpanjangan masa jatuh tempo 8 tahun sehingga jatuh tempo pada Juni 2020.


INDF – Belanja modal 2013
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 7.6 Triliun nilai tersebut lebih tinggi 18.75% dari tahun lalu sebesar Rp 6.4 Triliun. Sebagian besar belanja modal sebesar Rp 3 Triliun akan dialokasikan untuk grup agribisnis sementara Rp 2.2 Trilun untuk grup consumer branded product (CBP) dan Rp 2.2 Triliun untuk grup Bogasari. Sisanya Rp 200 Miliar untuk sektor distribusi. Pada tahun 2012 lalu, INDF tidak menggunakan seluruh belanja modal sehingga sebagian besar anggaran belanja modal akan dialihkan untuk tahun ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads