Phillip Securities: Aksi Beli Saham Angkat IHSG

Phillip Securities: Aksi Beli Saham Angkat IHSG

- detikFinance
Selasa, 09 Apr 2013 09:02 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh cukup signifikan pada perdagangan Senin (11/04), dipicu oleh aksi profit taking menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) yang berpotensi menaikkan tingkat suku bunga acuan karena inflasi yang naik pada bulan Maret lalu. IHSG berakhir dengan penurunan 28.547 poin, atau 0.58%, di 4,897.521, setelah sempat menyentuh level terendah harian di 4,872.556. Tujuh dari 9 sektor utama melemah pada perdagangan Senin, dengan sektor industry produk konsumen jatuh paling dalam, yaitu 1.12%, sementara sektor konstruksi, properti dan real estat turun 1.09%, dan sektor finansial kehilangan 1.05%. Indeks LQ45 berakhir di 825.463, turun 5.198 poin atau 0.63%, dengan 25 dari 45 komponen blue-chip ditutup di zona merah. Turunnya IHSG hari ini terjadi menjelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) hari Kamis (11/04) ini, dan adanya wacana bahwa BI akan menaikkan tingkat suku bunga acuan pada rapat kali ini, untuk menekan kenaikan inflasi. Inflasi Indonesia pada bulan Maret lalu tercatat naik menjadi 5.90%, akibat kenaikan harga bahan makanan. Dari sisi teknikal, IHSG memang sudah berada di titik jenuh beli (overbought), sehingga koreksi hari ini dinilai masih wajar, terutama setelah sempat reli pada minggu terakhir Maret dan paruh pertama minggu lalu. Sejak awal tahun ini, IHSG mencetak kenaikan 12.68% (year-to-date). Di kawasan Asia pada hari Senin, indeks-indeks saham utama Asia ditutup beragam. Indeks Nikkei Jepang naik tajam didukung oleh jatuhnya nilai tukar Yen, sementara indeks lainnya turun akibat kekhawatiran tentang flu burung yang mulai menyebar di China, data ketenagakerjaan AS bulan Maret yang negatif, dan agresi Korea Utara. Sebanyak 171 saham turun, 103 saham naik, dan sisanya 199 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.481 miliar lembar saham senilai Rp 4.624 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 930.60 miliar. Saham-saham top loser Senin antara lain Apac Citra Centertex (MYTX) jatuh 45 poin atau 15.25% ke Rp 250, Prima Alloy Steel Universal (PRAS) turun 85 poin atau 14.91% ke Rp 485, Lamicitra Nusantara (LAMI) kehilangan 40 poin atau 11.43% di Rp 310, Rimo Catur Lestari (RIMO) terpangkas 19 poin atau 9.85% di Rp 174, dan Asuransi Ramayana (ASRM) melemah 90 poin atau 8.91% di Rp 920. Sementara saham-saham top gainer termasuk Alam Karya Unggul (AKKU) naik 60 poin atau 24.49% ke Rp 305, Kokoh Inti Arebama (KOIN) menguat 90 poin atau 24.00% di Rp 465, Citra Kebun Raya Agri (CKRA) bertambah 55 poin atau 23.91% menjadi Rp 285, Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) mencetak 1,100 poin atau 19.47% di Rp 6,750, dan Kabelindo Murni (KBLM) memperoleh 38 poin atau 19.29% di Rp 235.

Perdagangan saham di Wall Street berakhir menguat pada hari Senin (08/04), dipicu oleh aksi beli para investor yang melihat yang kesempatan membeli dari saham-saham yang telah turun pada sesi awal. Indeks S&P 500 bertambah 9.79 poin, atau 0.6%, di 1,563.07, dengan saham-saham di sektor industri produk konsumen memimpin kenaikan di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir di 14,613.48, naik 48.23 poin, atau 0.3%. Dua puluh satu dari 30 komponen Dow berakhir di zona positif, dipimpin oleh saham Bank of America Corp. (BAC), Coca-Cola Co. (KO), dan Walt Disney Co. (DIS). Setelah penutupan perdagangan Senin, produsen alumunium Alcoa Inc. (AA) akan menjadi komponen Dow pertama yang merilis laporan keuangan kuartal pertama 2013. Indeks Nasdaq Composite menguat 18.39 poin, atau 0.6%, di 3,222.25.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rebound hari ini, dipicu oleh aksi beli saham-saham yang telah turun pada hari sebelumnya, dan di tengah sentimen pasar global yang positif. Indeks kami perkirakan akan bergerak naik, dan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 4,839 dan 4,964.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Stock Screener:

Bullish Stocks:

AKRA - Bullish ( S2: 4,875 , S1: 4,925 , R1: 5,050 , R2: 5,100 )

ASRI - Bullish ( S2: 940 , S1: 960 , R1: 1,010 , R2: 1,040 )

BBCA - Bullish ( S2: 10,400 , S1: 10,550 , R1: 10,950 , R2: 11,200 )

BBNI - Bullish ( S2: 4,875 , S1: 4,925 , R1: 5,000 , R2: 5,100 )

BDMN - Bullish ( S2: 6,150 , S1: 6,250 , R1: 6,400 , R2: 6,450 )

Bearish Stocks:

INKP - Bearish ( S2: 890 , S1: 900 , R1: 930 , R2: 950 )

HEXA - Bearish ( S2: 5,350 , S1: 5,400 , R1: 5,500 , R2: 5,550 )

GIAA - Bearish ( S2: 610 , S1: 620 , R1: 640 , R2: 650 )

TRIM - Bearish ( S2: 95 , S1: 100 , R1: 105 , R2: 110 )

INTA - Bearish ( S2: 415 , S1: 415 , R1: 420 , R2: 425 )

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads