Jakarta - IHSG kembali mengalami koreksi cukup dalam dan ditutup melemah 0.45% pada akhir sesi II Rabu (10/4). IHSG dibuka flat dan terus menerus tertekan sepanjang sesi I dan II. Transaksi negosiasi tercatat meningkat drastis hingga 54% dari total nilai transaksi harian IDX, dengan saham AMRT paling banyak diperdagangkan. Saham kapitalisasi besar masih menjadi favorit pemodal asing, transaksi asing bahkan terlihat meningkat di saham-saham unggulan seperti TLKM, ASII dan beberapa saham perbankan besar lainnya, hal ini merupakan aksi profit taking untuk mengantisipasi pergerakan melemah IHSG. Transaksi jual asing kembali mencatatkan net sell meskipun pada level lebih rendah dari hari sebelumnya. Aksi lepas saham ASII, MNCN, BMRI, dan BBRI menyeret level penutupan IHSG ke posisi yang lebih rendah. Ditengah situasi bursa yang tak menentu, saham defensif mampu menunjukkan kinerja positif, sektor consumer mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1.31%, diikuti oleh sektor perkebunan.
Sementara bursa regional ditutup menguat, sentimen-sentimen negatif ketegangan di Korea dan dirilisnya data defisit perdagangan China sebesar USD 884 juta (jauh dibawah ekspektasi USD 15.4 milyar) di bulan Maret, mengindikasikan situasi yang sebaliknya. hal ini turut disertai dengan credit rating downgrading mata uang China dari A+ ke AA- oleh Fitch Ratings.
Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali mengalami konsolidasi dengan peluang koreksi yang masih terbuka, defisit perekonomian dalam negeri akibat tingginya subsisi BBM, serta kekhawatiran akan semakin naiknya tingkat inflasi dapat menjadi katalis negatif bagi pergerakan IHSG.
(dru/dru)