Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada hari Rabu (10/04) berakhir dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meskipun sebagian besar indeks-indeks saham Asia menguat setelah dirilisnya data neraca dagang China. IHSG ditutup di 4,877.475, turun 22.112 poin, atau 0.45%. Melemahnya IHSG pada perdagangan Rabu ini terjadi menjelang hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari Kamis (11/04) besok, yang berpotensi menghasilkan keputusan kenaikan tingkat suku bunga acuan, yang akibatnya dapat memberikan tekanan pada sektor-sektor seperti perbankan, industri, otomotif, dan produk konsumen yang banyak mengandalkan kredit konsumen. Pada perdagangan Rabu, sektor aneka industri jatuh 1.70%, sektor perdagangan dan jasa turun 1.39%, serta sektor finansial kehilangan 0.51%. Sementara indeks LQ45 ditutup di 822.865, turun harian 4.360 poin atau 0.53%. Rupiah tercatat di level 9,687, menguat 0.32%. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun berada di 5.655, turun 1.7 basis poin dari hari sebelumnya. Di kawasan Asia, perdagangan saham rata-rata berakhir positif, dipicu oleh data neraca dagang China yang menunjukkan impor yang naik 14.1% di bulan Maret, mengindikasikan adanya kenaikan tingkat permintaan di negara tersebut. Dari data ekonomi dalam negeri, penjualan ritel Indonesia naik 13.9% di bulan Februari, menurut survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Untuk bulan Maret, survei tersebut menunjukkan adanya ekspektasi kenaikan penjualan ritel sebesar 10.5%. Sebanyak 93 saham naik, 158 saham turun, dan sisanya 222 saham lainnya stagnan pada perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.2 miliar lembar saham senilai Rp 4.99 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 262.96 miliar. Saham-saham yang mencetak kenaikan terbanyak pada hari Rabu antara lain Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) naik 43 poin atau 34.68% ke Rp 167, Tempo Intimedia (TMPO) menguat 64 poin atau 34.41% di Rp 250, Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) bertambah 110 poin atau 24.44% menjadi Rp 560, Nusantara Inti Corpora (UNIT) mencetak 55 poin atau 20.37% di Rp 325, dan Akasha Wira International (ADES) memperoleh 775 poin atau 20.00% di Rp 4,650. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Apac Citra Centertex (MYTX) jatuh 45 poin atau 18.00% ke Rp 205, Eratex Djaja (ERTX) turun 45 poin atau 13.04% ke Rp 300, Island Concepts Indonesia (ICON) kehilangan 25 poin atau 11.11% di Rp 200, Media Nusantara Citra (MNCN) terpangkas 200 poin atau 6.50% di Rp 2,875, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) melemah 400 poin atau 6.15% di Rp 6,100.
Saham-saham AS ditutup menguat pada perdagangan Rabu (11/04), dan mencetak kenaikan tiga hari berturut-turut, dengan indeks Dow Jones Industrial Avearage dan S&P 500 mengalami kenaikan harian yang signifikan. Laporan hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS β The Federal Reserve β bulan Maret menunjukkan suara beberapa anggota dewan gubernur yang menyarankan pembatasan program pembelian obligasi pemerintah AS di tahun ini, apabila kondisi pasar ketenagakerjaan AS membaik. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan kenaikan 128.78 poin, atau 0.9%, di 14,802.24. Indeks S&P 500 ditutup di 1,587.73, naik 19.12 poin, atau 1.2%. Sementara indeks Nasdaq Composite ditutup naik 59.40 poin, atau 1.8%, di 3,297.25. Presiden AS Barack Obama pada hari Rabu mengajukan proporsal anggaran 2014 pada kongres AS. Rancangan tersebut dinilai dapat memberikan dasar untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai paket pengurangan utang AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan diperdagangkan relatif datar hari ini, dengan momentum positif dari penutupan yang lebih tinggi pada indeks-indeks bursa saham AS kemarin dan terus melemahnya nilai tukar Yen Jepang yang memicu aksi beli saham di kawasan Asia. Namun kehati-hatian pasar Indonesia kemungkinan masih akan terjadi, menjelang hasil rapat dewan gubernur BI hari ini. IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways, dengan support dan resistance masing-masing di 4,855 dan 4,953.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Stock Screener:
Bullish Stocks:
SMGR - Bullish ( S2: 17,400 , S1: 17,500 , R1: 17,750 , R2: 17,900 )
AMFG - Bullish ( S2: 8,550 , S1: 8,650 , R1: 8,750 , R2: 8,750 )
TPIA - Bullish ( S2: 2,975 , S1: 2,975 , R1: 3,000 , R2: 3,025 )
JPFA - Bullish ( S2: 9,000 , S1: 9,150 , R1: 9,400 , R2: 9,500 )
SMSM - Bullish ( S2: 2,425 , S1: 2,475 , R1: 2,575 , R2: 2,625 )
Bearish Stocks:
INKP - Bearish ( S2: 900 , S1: 920 , R1: 950 , R2: 960 )
HEXA - Bearish ( S2: 5,250 , S1: 5,300 , R1: 5,450 , R2: 5,550 )
GIAA - Bearish ( S2: 620 , S1: 620 , R1: 630 , R2: 640 )
TRIM - Bearish ( S2: 100 , S1: 100 , R1: 100 , R2: 100 )
INTA - Bearish ( S2: 405 , S1: 415 , R1: 430 , R2: 435 )
(dru/dru)