Mega Capital: IHSG Cenderung Melemah

Mega Capital: IHSG Cenderung Melemah

Mega Capital - detikFinance
Selasa, 16 Apr 2013 08:43 WIB
Mega Capital: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - Sentimen China tekan Pelemahan bursa Regional. Mayoritas bursa regional melemah pada perdagangan awal pekan kemarin. Rilis data GDP China sebesar 7.7% dibawah estimasi konsensus 8% menjadi sentimen negatif pelemahan bursa regional termasuk IHSG. Disamping itu, Bank Dunia juga menurunkan outlook pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Timur dan Pasific menjadi 7.8% sedikit turun dari estimasi di bulan desember sebesar 7.9%. Katalis negatif dari domestik yang menekan indeks adalah mengenai kemungkinan rencana kenaikan BBM yang akan meningkatkan laju inflasi sehingga dikhawatirkan BI rate juga akan naik. Seluruh sektor mengalami pelemahan khususnya sektor perbankan +1.16%, perdagangan dan industri dasar sekitar 1%. Indeks melemah sejak pembukaan dan ditutup -0.86% di level 4,894Β ; Investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp469 miliar.

Wall Street Melemah, S&P dan Nasdaq melemah diatas 2%. Rilis data GDP China kuartal pertama tahun ini yang dibawah estimasi menjadi katalis negatif utama pelemahan bursa regional dan global. Pelemahan GDP disebabkan oleh kenaikan produksi industri China yang dibawah perkiraan. Produksi industri pada maret naik 8.9% dibandingkan konsensus 10.1%. Pemerintah China juga menyampaikan bahwa pertumbuhan di kuartal pertama masih stabil, namun lambannya pemulihan dikarenakan negara-negara maju melakukan pelonggaran moneter yang menekan apresiasi valas negara berkembang sehingga ekspor berkurang. Dow jones melemah -1.79%, Nasdaq -2.38% dan S&P -2.3% terendah sejak 7 November 2012. Beberapa katalis negatif tambahan juga menjdi pemicu pelemahan bursa Amerika dan Eropa diantaranya penurunan harga komoditas khususnya emas, Data Emipre State Mfg Survey turun dibawah estimasi 7.5 menjadi 3.05 serta komentar Presiden ECB yang mengatakan bahwa kebijakan moneter yang dilakukan tidak aka n mengatasi akar penyebab krisis utang dan ini tergantung dari kebijakan pemerintah untuk melakukan reformasi struktural. Disamping itu, tekanan jual di Wall street juga diakibatkan peristiwa ledakan bom di Boston yang meyebabkan 2 orang meninggal.

IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah (4,875β€”4,940). IHSG ditutup melemah di level 4,894 pada perdagangan kemarin, indeks tampak mengalami kegagalan untuk melewati resistance level di 4,940. Hal tersebut menjadikan indeks kembali melanjutkan masa konsolidasinya dan berpotensi untuk melemah menujusupport level 4,875. Namun jika indeks berbalik menguat maka berpeluang untuk kembali menguji resistance level di 4,940. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads