Jakarta - Negatifnya bursa saham Asia pasca rilis penurunan HSBC Manufacturing PMI memberikan imbas yang kurang baik bagi IHSG. Selain sentimen itu, masih adanya mindset โjualanโ di pelaku pasar membuat IHSG makin tertekan. IHSG pun semakin menjauhi level 5000. Bahkan selama intraday perdagangan pun hanya selisih 0,81 poin dari level 5000. Di sisi lain, sempat variatifnya pembukaan bursa saham Eropa setelah rilis data-data manufacturing PMI dan service PMI di beberapa negara zona Euro juga memberikan tekanan bagi IHSG. Akan tetapi, masih adanya nett buy asing dapat membuat IHSG naik tipis meski belum lepas dari zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4999,19 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4971,10 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4975,33. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (24/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4962-4968 dan resistance 5003-5010. Berpola menyerupai three black crows di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai bergerak downreversal. Pergerakan IHSG yang gagal mendekati level psikologis kembali di level 5000 membuat persepsi banyak pelaku pasar melancarkan serangan aksi jual. Apalagi penutupan IHSG di bawah target atas support kami (4986) sehingga dapat memberikan peluang pelemahan lanjutan. Diharapkan pelemahan yang terjadi masih terbatas dengan laju bursa saham Eropa dan AS yang diharapkan positif.
(ang/ang)