Jakarta - Meski bursa saham AS dan Eropa menorehkan laju positif bahkan indeks S&P menembus rekor terbarunya namun, tidak serta merta langsung berimbas positif pada IHSG. Terlihat pada sesi I, penguatan hanya bertahan sebentar. Bahkan saat menyentuh level 5014(level tertinggi di sesi 1), IHSG tidak mampu melanjutkan kenaikan dan cenderung melemah. Potensi kenaikan baru terasa di sesi kedua. Padahal, saat itu beredar sentimen dari belum jelasnya rencana kenaikan harga BBM namun, masih menghijaunya sebagian bursa saham Asia, terutama HSI; positifnya pembukaan pasar saham Eropa; dan rilis positif sebagian kinerja emiten Q1-13 membuat IHSG rebound dan kembali bertengger di atas level 5000an. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5034,07 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4977,50 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 5034,07. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (1/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4972-4987 dan resistance 5006- 5015. Berpola menyerupai hammer di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih bergerak tipis dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba naik mendekati area overbought. Akhirnya IHSG kembali berhasil tutup di atas target resisten kami (5006-5015) meski sempat membuat khawatir saat berada di bawah target support (4987). Pencapaian IHSG akan bertahan di zona positifnya namun, jika beberapa asumsi terpenuhi a.l masih positif laju bursa saham global, masih adanya rencana pembagian dividen emiten, dan rendahnya rilis inflasi April.
(ang/ang)