Phillip Securities: IHSG Berpotensi Sideways

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Sideways

- detikFinance
Rabu, 01 Mei 2013 08:46 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa (30/04), setelah sempat bergerak di zona negatif pada awal sesi perdagangan. Indeks naik 34.319 poin atau 0.69%, dan ditutup di 5,034.071, yang merupakan rekor tertingginya sampai saat ini. Kenaikan indeks didukung oleh menguatnya empat sektor utama, yaitu sektor Industri Produk Konsumen yang naik tajam 4.39%, diikuti oleh sektor Konstruksi, Properti dan Real Estat dengan kenaikan 1.46%, dan sektor Industri Dasar mencetak 1.08%. Sementara indeks LQ45 ditutup dengan kenaikan 8.685 poin atau 1.02%, di 857.120, dengan 21 dari 45 komponen blue-chip berakhir di teritori positif. Di kawasan Asia, mayoritas indeks-indeks bursa saham menguat pada perdagangan Selasa, dipicu oleh positifnya hasil laporan keuangan emiten-emiten AS pada hari sebelumnya, dan harapan bahwa bank-bank sentral AS dan Eropa akan terus melanjutkan program stimulus moneter masing-masing negara. Sebanyak 131 saham naik, 147 saham melemah, dan 195 saham stagnan pada perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.39 miliar lembar saham senilai Rp 6.68 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 539.27 miliar. Saham-saham yang mencatat kenaikan terbanyak pada perdagangan Selasa antara lain Gowa Makassar Tourism Development nt (GMTD) naik 310 poin atau 24.41% ke Rp 1,580, Citatah (CTTH) menguat 14 poin atau 22.95% di Rp 75, Jakarta International Hotels & Developme (JIHD) bertambah 400 poin atau 19.75% menjadi Rp 2,425, Buana Finance (BBLD) mencetak 100 poin atau 15.39% di Rp 750, dan Unilever Indonesia (UNVR) memperoleh 3,250 poin atau 14.13% di Rp 26,250. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Lamicitra Nusantara (LAMI) jatuh 50 poin atau 18.18% ke Rp 225, Indo Kordsa (BRAM) turun 250 poin atau 10.00% ke Rp 2,250, Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) kehilangan 600 poin atau 9.23% di Rp 5,900, Salim Ivomas Pratama (SIMP) terpangkas 80 poin atau 9.09% di Rp 800, dan PP London Sumatra Indonesia (LSIP) melemah 150 poin atau 8.98% di Rp 1,520.

Saham-saham AS menguat pada perdagangan Selasa (30/04), dimotori oleh hasil laporan keuangan kuartal pertama 2013 yang lebih baik dari perkiraan dari emiten-emiten AS, dan harapan pasar terhadap dilanjutkannya program stimulus oleh the Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 21.05 poin, dan ditutup di 14,839.80. Untuk bulan April, indeks saham-saham blue-chip AS tersebut naik 1.8%. Indeks Nasdaq Composite menguat 21.77 poin pada hari Selasa menjadi 3,328.79, dan mencetak kenaikan 1.9% untuk bulan April. Sementara indeks S&P 500 bertambah 3.96 poin, dan ditutup di 1,597.57, dengan sektor teknologi membukukan performa terbaik di antara 10 sektor utama S&P 500. Untuk bulan April, indeks S&P 500 mencatat kenaikan 1.8%. Rapat dewan gubernur bank sentral AS (FOMC meeting) dimulai pada hari Selasa, dan hasilnya dijadwalkan untuk diumumkan pada hari Rabu (01/05). Dengan inflasi AS masih berada di bawah target the Fed sebesar 2%, dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama lebih lambat dari perkiraan, the Fed diperkirakan masih akan mempertahankan program stimulus berupa pembelian obligasi pemerintah AS, dengan nilai USD 85 miliar per bulan.

IHSG kemungkinan akan bergerak cenderung sideways hari ini, setelah penutupan dengan kenaikan moderat pada indeks-indeks saham AS kemarin, namun pembukaan yang negatif di bursa-bursa regional Asia dapat menekan sentimen pasar. Selain itu, data-data ekonomi Indonesia yang dijadwalkan untuk dirilis hari ini juga akan mempengaruhi arah IHSG hari ini, termasuk data inflasi untuk bulan April, dan data neraca dagang bulan Maret. Inflasi Indonesia di bulan Maret lalu tercatat sebesar 5.90%, sementara neraca dagang pada bulan Februari lalu terjadi defisit sebesar USD 327 juta. IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways, dengan support dan resistance masing-masing di 4,958 dan 5,072.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Stock Screener:

Bullish Trend:

AKRA - Bullish ( S2: 4,975 , S1: 5,050 , R1: 5,200 , R2: 5,300 )

ASRI - Bullish ( S2: 1,040 , S1: 1,040 , R1: 1,060 , R2: 1,080 )

BBNI - Bullish ( S2: 5,250 , S1: 5,300 , R1: 5,450 , R2: 5,550 )

BBRI - Bullish ( S2: 9,200 , S1: 9,300 , R1: 9,450 , R2: 9,500 )

BMRI - Bullish ( S2: 10,350 , S1: 10,400 , R1: 10,600 , R2: 10,750 )



Bearish Trend:

HEXA - Bearish ( S2: 4,650 , S1: 4,750 , R1: 5,050 , R2: 5,250 )

BATA - Bearish ( S2: 55,000 , S1: 55,000 , R1: 55,000 , R2: 55,000 )

SSIA - Bearish ( S2: 1,550 , S1: 1,560 , R1: 1,590 , R2: 1,610 )

GIAA - Bearish ( S2: 600 , S1: 620 , R1: 640 , R2: 640 )

INTA - Bearish ( S2: 395 , S1: 400 , R1: 410 , R2: 415 )

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads