Penurunan outlook utang tersebut juga mencerminkan resiko perekonomian Indonesia masih dinilai relatif tinggi di tengah situasi meningkatnya resiko perekonomian global. Sedangkan dari eksternal, sentimen negatif juga dipicu pasar saham Asia yang umumnya ditutup melemah menyusul perlambatan pertumbuhan manufaktur China. Indeks HSBC Final Manufacturing China April lalu turun ke 50,4 dari sebelumnya 50,5. Sementara tadi malam, Wall Street kembali melanjutkan penguatannya setelah sehari sebelumnya terkoreksi hampir 1%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,89% dan 0,94%. Indeks utama zona Euro juga ditutup di teritori positif. Penguatan Wall Street tersebut dipicu turunnya angka jobless claims pekan lalu menjadi 324 ribu dari perkiraan 346 ribu. Angka ini merupakan terendah sejak Januari 2008. Langkah ECB yang memotong tingkat bunga acuannya 25 bp menjadi 0,5% turut mendorong aksi beli pelaku pasar.
Memasuki perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bervariasi dengan koreksi masih berpeluang terjadi. IHSG akan bergerak dengan support di 4970 dan resisten di 5025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
BSDE 1650-1750 BoW, SL 1630
KIJA 320-345 TB, SL 305
TOTL 1050-1130 TB, SL 1030
GGRM 49300-51500 TB, SL 49000
PTPP 1380-1520 BoW, SL 136-0
(ang/ang)











































