Jakarta - Seperti yang kami uraikan sebelumnya dimana pencapaian level IHSG yang mencapai level tertinggi terbarunya memang menarik untuk profit taking. Apalagi jika bursa saham global mulai berbalik arah melemah. Tetapi, ternyata pelemahan yang sempat terjadi di akhir pekan kemarin masih dalam tahap wajar dan terbatas sehingga IHSG hanya mengalami konsolidasinya dan tidak masuk dalam tren bearishnya. Di sisi lain, ternyata laju bursa saham Asia berbalik arah positif di akhir sesi. Begitupun dengan pembukaan bursa saham Eropa yang juga positif sehingga menambah amunisi bagi IHSG untuk cetak rekor. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5115,64 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5083,23 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 5105,94. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik dengan kontribusi terbesar dari transaksi nego BTPN senilai Rp6,4 miliar di harga Rp6500 antara KimEng Securities dan CIMB Securities Indonesia. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (13/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5072-5092 dan resistance 5123-5135. Berpola menyerupai spinning top sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung tertahan kenaikannya setelah melewati area overbought. Meskipun IHSG tutup persis pada target resisten kami (5105) namun, juga berhasil melewati target tersebut pada posisi tertingginya. Meskipun IHSG berhasil mencetak new high record namun, tidak disertai dengan kenaikan volume riilnya. Oleh karena itu, tetap selalu mewaspadai potensi pembalikan arah.
(ang/ang)