Kiwoom Securities: IHSG Mixed Negatif

Kiwoom Securities: IHSG Mixed Negatif

Kiwoom Securities - detikFinance
Selasa, 14 Mei 2013 08:44 WIB
Jakarta - Pasar Mixed Negatif. Masih mixed bursa dunia menjelang rapat penentuan BI Rate siang nanti dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG terkoreksi setelah gagal bertahan di sekitar level psikologis 5,100 kemarin. Timbulnya aksi juala sing dapat mendorong potensi negatif untuk menuju diagonal supportnya. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed di kisaran yang negatif hari ini.

IPO – PT Mitra Pinasthika Mustika

PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) menetapkan harga penawaran saham perdana pada Rp 1,500 per saham. Harga ini merupakan batas paling bawah dari rentang harga penawaran awal Rp 1,500-Rp 2,000 per saham. MPM akan melepas sekitar 1.01 Miliar saham dan dalam aksi ini MPM akan mendapatkan dana sekitar Rp 1.5 Triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BSDE – Rencana emisi obligasi

Manajemen PT Bumi Serpong Damai (BSDE) memutuskan untuk meningkatkan nilai emisi obligasi dari Rp 1.5 Triliun menjadi Rp 2 Triliun seiring tingginya permintaan yang masuk. BSDE menetapkan tingkat kupon 8.37% dari kisaran awal 8% hingga 9%. Obligasi tersebut bertenor 5 tahun.

INAF – Meraih tender pengadaan e-catalog

PT Indofarma (INAF) memenangi tender katalog elektronik (e-catalog) untuk 109 jenis obat generik senilai Rp 1.6 Triliun. Angka tersebut sekitar 30% dari total nilai tender yang mencapai Rp 5 Triliun hingga Rp 6 Triliun yang dilelang Kementerian Kesehatan. Jumlah obat generik yang ditender sebanyak 300-350 item. Sekitar 20 farmasi ikut serta dalam tender tersebut. Dari proyek tender tersebut INAF memperkirakan dapat memperoleh margin kotor sekitar 20%-25%. Untuk mendukung realisasi pengadaan obat generik, INAF akan memaksimalkan kapasitas produksi pabrik dengan menganggarkan pembangunan pabrik senilai Rp 60 Miliar.

MDLN – Rencana emisi obligasi

Manajemen PT Modernland Realty (MDLN) meningkatkan nilai emisi obligasi global menjadi US$ 300 Juta dari US$ 150 Juta seiring dengan membaiknya prospek properti di Indonesia khususnya untuk kawasan industri. Obligasi tersebut bertenor 5 tahun dan menawarkan kupon senilai maksimal 10%. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 3 Juni 2013. Dana hasil emisi global bond akan dialokasikan untuk pembebasan lahan seluas 1,300 Ha di timur Jakarta yang akan dikembangkan menjadi proyek kawasan terintegrasi industri dan residensial. Sisa dan akan dialokasikan untuk akuisisi lahan seluas 1,000 Ha di Kawasan Industri Cikande serta pelunasan sebagian utang jangka panjang.

Β 

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads