Jakarta -
Masih positifnya bursa saham AS dan Eropa berikan sentimen yang baik bagi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG. Laju IHSG yang positif meneruskan pergerakan sebelumnya yang menguat di sesi akhir perdagangan. Asing? Masih tetap jualan namun, laju bursa saham Asia terutama HSI yang menghijau membuat IHSG mampu bertahan di zona positifnya. Tetapi, jelang penutupan terjadi aksi jual kembali yang mengakibatkan IHSG terpeleset ke zona merah. Padahal dari data-data ekonomi yang dirilis di Asia tidak menunjukkan sisi negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5113,14 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5076,97 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 5078,68. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (17/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5062-5082 dan resistance 5090-5120. Berpola menyerupai shooting star di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD sedikit turun dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal upreversal ke area overbought. Laju IHSG yang ditutup di bawah target support 2 (5082) dan juga sempat melewati resisten 1 kami (5096) memperlihatkan tekanan jual lebih mendominasi dibandingkan dorongan beli. Kondisi ini seperti halnya tulang yang rapuh akan mudah terkoreksi bila tidak didukung oleh sentimen global. Oleh karena itu, tetap cermati setiap potensi pembalikan arah (jika terjadi).
(ang/ang)