Jakarta - Laju IHSG di akhir pekan kemarin diluar perkiraan kami. Padahal laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya negatif serta liburnya HSI dan KOSPI, tentunya mengkonfirmasi adanya pelemahan. Apalagi pada Kamis(16/5), saat bursa saham Asia menguat, laju IHSG justru melemah. Kembali IHSG menunjukkan laju anomalinya di 2 hari jelang akhir pekan kemarin. Penguatan didukung kenaikan sejumlah saham-saham konsumer dan tambang batubara yang kembali menguji resisten. Adanya penguatan tersebut membawa IHSG kembali sentuh new high record dan dibantu dengan kembalinya asing mencatatkan nett buy. Di sisi lain, masih menghijaunya indeks saham Asia selain HSI dan KOSPI mampu menghalau perkiraan melemahnya IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5162,38 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5075,02 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5145,68. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (20/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5062-5086 dan resistance 5155-5183. Berpola menyerupai bullish engulfing sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD mencoba naik dengan histogram positif yang lebih panjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba upreversal ke area overbought. Laju IHSG yang diluar perkiraan para analis mampu melewati target resisten kedua kami (5120). Dari chart yang terbentuk mengindikasikan besarnya daya dorongan beli ketimbang tekanan jual maka seharusnya pencapaian ini akan bertahan di zona hijaunya jika tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking karena kurang kondusifnya kondisi bursa saham global.
(ang/ang)