Jakarta - Pada perdagangan awal pekan ini (20/05) IHSG kembali menguat di level tertinggi sepanjang sejarah. IHSG ditutup di level 5,214.97 atau naik 1,34% dengan intraday tertinggi mencapai 5,243.50. Penguatan ini terjadi karena pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2014 dalam kisaran 6,4%-6,9%, sementara itu dari regional data ekonomi yang rilis seperti house price YoY China naik menjadi 4,9% dari tahun sebelumnya 3,6% kemudian sentimen yang datang dari Eropa yaitu data current account Italy yang positif menjadi β¬ 1,92 miliar dari sebelumnya β¬ -1,59 miliar serta neraca perdagangan Spanyol surplus β¬ 0,64 miliar dari sebelumnya defisit β¬ 1,18 miliar. Penguatan dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 2,80%. Investor asing mencatatkan net buy Rp 532 miliar.
Global Market
Awal pekan ini (20/05), bursa Wall Street mengalami koreksi. Indeks DJIA sempat mendekati level tertingginya dengan intraday 15,391.84 dan berakhir melemah sebesar 19.12 poin atau turun 0.12% ke level 15,335.28, indeks Nasdaq melemah sebesar 2.53 poin atau turun 0.07% ke level 3,496.43, indeks S&P juga ikut melemah sebesar 1.18 poin atau 0.07% ke level 1,666.29. Di tengah sepinya sentimen data ekonomi yang rilis DJIA terkena aksi profit taking karena muncul pernyataan dari Gubernur Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bahwa ekonomi AS telah membaik, AS bisa menjaga tingkat pembelian obligasi saat ini dan mengakhiri stimulus tersebut pada saat musim gugur jika data tingkat pekerjaan di nilai bertumbuh lebih baik sehingga membuat investor kuatir penarikan stimulus akan lebih cepat. Selain itu, investor juga masih menanti statement dari Ben Bernanke pada Fed Minutes Meeting yang diadakan hari rabu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tetapi perlu di waspadai aksi profit taking yang mungkin terjadi pada hari ini. Investor masih menanti Fed Minutes Meeting dan rilisnya data neraca perdagangan Jepang pada hari Rabu. Secara teknikal, IHSG membentuk pola two white soiders dan berada di area upper bolingger bands. Indikator MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang, indikator stochastic berada di area overbought. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 5118-5275 resistance.
Highlight News
- ADRO Incar Utang Bank US$ 400 Juta
- KLBF Hapus 7.7% Saham Treasury
- INDX Terbitkan Saham Baru Rp 68.81 Miliar
- FAST Bagi Saham Bonus 3:10
- ANTM Jajaki Global Bond US$ 820 Juta
- Laba BHIT Naik 68% YoY pada Kuartal I-2013
- Sritex Ekspansi Pabrik Rp 2.4 Triliun
- Sidomuncul IPO September 2013
(dru/dru)