Phillip Securities: IHSG Berpotensi Terkoreksi Setelah Reli Tajam

Phillip Securities: IHSG Berpotensi Terkoreksi Setelah Reli Tajam

Phillip Securities - detikFinance
Selasa, 21 Mei 2013 08:50 WIB
Phillip Securities: IHSG Berpotensi Terkoreksi Setelah Reli Tajam
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penutupan tertinggi baru, yaitu di level 5,214.98, menguat 69.29 poin atau 1.35% pada penutupan perdagangan Senin (20/05). Penguatan IHSG pada perdagangan Senin (20/05) terjadi hampir di semua sektor terkecuali sektor Pertambangan yang mengalami pelemahan sebesar 3.83 poin atau 0.23%. Penguatan terkuat terjadi pada sektor Industri Dasar yang naik 17.43 poin atau 2.80% dan sektor Aneka Industri yang naik 22.48 poin atau 1.78%. Indeks LQ45 ditutup naik 14.11 poin atau 1.62%, dimana 33 dari 45 saham Blue-Chip ditutup pada zona hijau, 3 saham ditutup stagnan, dan 9 saham ditutup pada zona merah. Dari kawasan regional, indeks-indeks saham Asia ditutup cenderung naik dengan dukungan sentimen positif dari menguatnya nilai tukar mata uang Yen Jepang terhadap US Dollar setelah pemerintah Jepang memperbaharui outlook ekonomi domestik Jepang serta prospek pendapatan perusahaan Jepang yang cukup positif, didukung oleh laporan perusahaan non-bank yang mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak yang meningkat. Dari dalam negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan akan memprioritaskan 24 proyek infrastruktur bagi pihak swasta dan investor asing tahun ini. Sebanyak 157 saham naik, 202 saham stagnan, dan 116 saham ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/05) di Bursa Efek Indonesia (IDX), dimana volume perdagangan di pasar reguler tercatat sebanyak 5.16 miliar lembar saham dengan nilai total transaksi Rp 7 triliun. Transaksi oleh investor asing mengakumulasi nilai beli bersih (Net Buy) sebesar Rp 532.88 miliar. Saham-saham yang menjadi top gainer pada perdagangan Senin (20/05) antara lain Buana Finance (BBLD) naik 160 poin atau 20.25% ke Rp 950, Tanah Laut (INDX) menguat 60 poin atau 16.90% di Rp 415, Bank Nationalnobu (NOBU) bertambah 55 poin atau 14.67% menjadi Rp 430, Malindo Feedmill (MAIN) mencetak 400 poin atau 12.50% di Rp 3,600, dan Minna Padi Investama (PADI) memperoleh 150 poin atau 10.71% di Rp 1,550. Sedangkan saham-saham yang menjadi top loser antara lain Toba Pulp Lestari (INRU) jatuh 260 poin atau 24.30% ke Rp 810, Steady Safe (SAFE) turun 32 poin atau 23.19% ke Rp 106, Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) kehilangan 2300 poin atau 19.83% di Rp 9,300, Eratex Djaja (ERTX) terpangkas 45 poin atau 10.59% di Rp 380, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) melemah 450 poin atau 6.98% di Rp 6,000.

Perdagangan saham di Wall Street berakhir melemah pada hari Senin (21/05), setelah komentar dari presiden bank sentral Chicago, Charles Evans, yang mengatakan ekonomi AS masih menghadapi sejumlah tantangan. Indeks S&P 500 berakhir turun 1.18 poin, atau 0.1%, di 1,666.29, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 1,672.84. Presiden Chicago Federal Reserve mengatakan bahwa kebijakan bank sentral AS yang longgar sudah tepat, dan ekonomi AS masih menghadapi halangan untuk dapat pulih. Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 19.12 poin, atau 0.1%, dan ditutup di 15,335.28, dengan hanya 11 dari 30 komponen blue-chipnya berakhir di zona positif. Saham Merck & Co. (MRK) mengalami penurunan terbanyak di antara 30 saham dalam indeks Dow Jones, yaitu sebesar 1.7%. Sementara indeks Nasdaq Composite kehilangan 2.53 poin, atau 0.1%, di 3,496.43.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mengalami koreksi hari ini setelah sehari sebelumnya reli tajam dan sebagian besar investor yang menunggu perkembangan terbaru dari ketua The Fed AS Ben Bernanke dalam rapat dengan Senat AS. IHSG kami perkirakan akan berpotensi terkoreksi seiring adanya aksi profit taking dimana pasar menunggu penjelasan ketua The Fed AS, dan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 5,128 dan 5,287.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Stock Screener:

Bullish Trend:

BSDE - Bullish ( S2: 1,800 , S1: 1,810 , R1: 1,840 , R2: 1,860 )

ENRG - Bullish ( S2: 135 , S1: 135 , R1: 140 , R2: 140 )

INCO - Bullish ( S2: 2,450 , S1: 2,475 , R1: 2,575 , R2: 2,650 )

INTP - Bullish ( S2: 25,250 , S1: 25,400 , R1: 25,700 , R2: 25,850 )

LPKR - Bullish ( S2: 1,470 , S1: 1,500 , R1: 1,550 , R2: 1,570 )

Bearish Trend:

AALI - Bearish ( S2: 16,900 , S1: 17,200 , R1: 17,650 , R2: 17,800 )

BWPT - Bearish ( S2: 1,010 , S1: 1,020 , R1: 1,060 , R2: 1,090 )

SGRO - Bearish ( S2: 1,920 , S1: 1,930 , R1: 1,980 , R2: 2,025 )

KRAS - Bearish ( S2: 560 , S1: 560 , R1: 570 , R2: 580 )

BUDI - Bearish ( S2: 115 , S1: 115 , R1: 115 , R2: 115 )

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads