Perekonomian Indonesia tahun ini juga menghadapi tantangan yang berat dengan angka pertumbuhan diperkirakan turun dari proyeksi awal 6,8% menjadi hanya 6,2%. Sedangkan inflasi cenderung meningkat hingga diperkirakan bisa melampaui 7% pasca kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Sementara tadi malam di Wall Street, pergerakan indeks DJIA dan S&P ditutup di teritori negatif setelah bergerak fluktuatif dan sempat menguat pada sesi awal perdagangan. Indeks DJIA dan S&P, setelah menguat hampir 1% pada sesi awal perdagangan, ditutup terkoreksi masing-masing 0,52% dan 0,83% di 15307,17 dan 1655,35. Pelaku pasar kembali dikhawatirkan langkah The Fed yang akan mempertimbangkan pengurangan program stimulus keuangan menyusul membaiknya perekonomian AS. Sebelumnya Bernanke, Gubernur The Federal Reserves, menyatakan program stimulus (QE3) akan tetap berjalan hingga angka pengangguran turun menjadi 6,5%.
Pada perdagangan hari ini, dengan perkembangan faktor eksternal tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi. IHSG akan bergerak di support di 5160 dan resisten 5240.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
BKSL 300-330 TB, SL 285
APLN 480-510 TB, SL 465
TOTL 1190-1250 TB, SL 1160
LSIP 1640-1740 BoW, SL 1610
KIJA 380-420 Buy, SL 360
DGIK 250-270 TB, SL 230
(dru/dru)











































