First Asia: IHSG Cenderung Terkoreksi

First Asia: IHSG Cenderung Terkoreksi

- detikFinance
Kamis, 23 Mei 2013 08:50 WIB
First Asia: IHSG Cenderung Terkoreksi
Jakarta - Penguatan kembali berlanjut pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup naik 19,240 poin (0,37%) di 5207,999. Penguatan terutama ditopang aksi beli atas saham properti, perkebunan, dan jasa konstruksi. Nilai transaksi di Pasar Reguler mencapai Rp.6,14 triliun dengan asing melakukan pembelian bersih Rp.259,64 miliar. Penguatan indeks komposit sepanjang tahun ini yang sudah mencapai 20,6% ditopang terutama oleh tren bullish pasar saham global menyusul langkah stimulus yang diambil sejumlah bank sentral utama dunia yang dimotori oleh The Fed. Ini dilakukan untuk menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diakibatkan oleh krisis di zona Euro.

Perekonomian Indonesia tahun ini juga menghadapi tantangan yang berat dengan angka pertumbuhan diperkirakan turun dari proyeksi awal 6,8% menjadi hanya 6,2%. Sedangkan inflasi cenderung meningkat hingga diperkirakan bisa melampaui 7% pasca kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Sementara tadi malam di Wall Street, pergerakan indeks DJIA dan S&P ditutup di teritori negatif setelah bergerak fluktuatif dan sempat menguat pada sesi awal perdagangan. Indeks DJIA dan S&P, setelah menguat hampir 1% pada sesi awal perdagangan, ditutup terkoreksi masing-masing 0,52% dan 0,83% di 15307,17 dan 1655,35. Pelaku pasar kembali dikhawatirkan langkah The Fed yang akan mempertimbangkan pengurangan program stimulus keuangan menyusul membaiknya perekonomian AS. Sebelumnya Bernanke, Gubernur The Federal Reserves, menyatakan program stimulus (QE3) akan tetap berjalan hingga angka pengangguran turun menjadi 6,5%.

Pada perdagangan hari ini, dengan perkembangan faktor eksternal tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi. IHSG akan bergerak di support di 5160 dan resisten 5240.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 5160 S2 5110 R1 5240 R2 5260

Saham Pilihan

BKSL 300-330 TB, SL 285

APLN 480-510 TB, SL 465

TOTL 1190-1250 TB, SL 1160

LSIP 1640-1740 BoW, SL 1610

KIJA 380-420 Buy, SL 360

DGIK 250-270 TB, SL 230

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads