Minyak light sweet diperdagangkan di level US$94 per barel di New York di tengah kekhawatiran mengenai kelanjutan stimulus The Fed dan rilis data HSBC Manufacturing PMI yang dibawah ekspektasi.
IHSG kemarin (23/5) ditutup turun 86,60 poin (-1,66%) ke 5.121,40 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp580 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. MNCN, SMGR, PGAS, BMRI, dan BBNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, pelemahan IHSG menghasilkan sinyal bearish pada indikator Stochastic.
Pada perdagangan hari ini (24/5) IHSG diperkirakan masih akan terkoreksi untuk menguji level support 5.050 dan akan bergerak di kisaran 5.050-5.200 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. APLN, BBRI, dan TAXI.
(etr/ang)











































