Phillip Securities: IHSG Diperkirakan Bearish Negatif

Phillip Securities: IHSG Diperkirakan Bearish Negatif

Phillip Securities - detikFinance
Kamis, 30 Mei 2013 08:53 WIB
Phillip Securities: IHSG Diperkirakan Bearish Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (29/05), naik sebesar 24.458 poin atau 0.47% di level 5,200.693. Beberapa sektor utama mampu mengantar IHSG berada dalam zona hijau, dengan sektor yang mengalami kenaikan terbanyak pada hari Rabu diantaranya, sektor Infrastruktur yang menjadi pendorong dengan kenaikan tertinggi sebesar 19.874 poin atau 1.87%, diikuti oleh sektor konstruksi dengan mengkoleksi 8.662 poin atau naik 1.62%, dan sektor barang konsumsi yang mencatatkan 29.555 poin atau sebesar 1.34%. Indeks LQ45 melaju postif sebesar 4.624 poin atau 0.53% pada level 876.192, dimana sebanyak 21 dari 45 saham blue-chip ditutup positif, sementara 24 saham ditutup negatif, dan sisanya tidak bergerak. Dari kawasan regional, indeks-indeks saham Asia ditutup bervariasi hari Rabu, Secara keseuluruhan indeks saham di bursa regional mencatatkan hasil yang positif, setelah perekonomian Amerika Serikat (AS) melaporkan data ekonomi yang baik pada indeks kepercayaan konsumen di bulan Mei, walaupun pasar di bursa regional sedikit dilanda kekhawatiran terkait komentar Gubernur Bank Sentral Jepang yang menilai perekonomian dunia masih rentan terhadap krisis global yang telah terjadi beberapa waktu lalu. Sementara itu dari dalam negeri, sebanyak 116 saham ditutup pada zona positif, 151 saham berakhir negatif, dan sisanya stagnan pada perdagangan Rabu (28/05) di Bursa Efek Indonesia, dimana volume perdagangan di pasar reguler tercatat sebanyak 6.96 miliar lembar saham dengan nilai total transaksi Rp 10.92 triliun. Transaksi oleh investor asing terakumulasi menjadi jual bersih (Net Sell) sebesar Rp 885.6 miliar.

Saham-saham yang menjadi top gainer antara lain Danayasa Arthatama (SCBD) naik 390 poin atau 25.00% ke Rp 1,560, Mulia Industrindo (MLIA) menguat 95 poin atau 23.46% di Rp 405, Centrin Online (CENT) bertambah 40 poin atau 17.02% menjadi Rp 235, Lamicitra Nusantara (LAMI) mencetak 40 poin atau 16.33% di Rp 245, dan Nusantara Inti Corpora (UNIT) memperoleh 40 poin atau 12.50% di Rp 320. Sementara itu saham saham yang termasuk top loser antara lain Eratex Djaja (ERTX) jatuh 90 poin atau 23.08% ke Rp 390, Bank OCBC NISP (NISP) turun 200 poin atau 12.99% ke Rp 1,540, Centris Multipersada Pratama (CMPP) kehilangan 100 poin atau 12.50% di Rp 800, Indo Straits (PTIS) terpangkas 90 poin atau 9.09% di Rp 990, dan Permata Prima Sakti (TKGA) melemah 125 poin atau 6.17% di Rp 2,025.

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Rabu (29/05), sebagian besar investor di AS masih menanti apakah The Fed akan kembali melakukan kebijakan Quantitative Easing (QE) per bulan atau tidak, selain itu estimasi pertumbuhan ekonomi China yang di turunkan oleh International Monetary Fund (IMF) menambah kecemasan di pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 179 poin, atau 0.7%, di 15,302.80. Indeks S&P 500 melemah 11.70 poin, atau 0.7%, menjadi 1,648.36. dengan sektor perawatan kesehatan dan barang konsumen yang mengalami penurunan tertinggi di S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite kehilangan 21.37 poin, atau 0.61%, di 3,467.52. Untuk setiap satu saham yang naik dan empat saham yang turun di New York Stock Exchange, dimana volume mencapai 3.6 miliar lembar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan berpotensi bearish (turun) hari ini. Para investor kembali mencermati kemungkinan keberlanjutan kebijakan pembelian obligasi oleh The Fed senilai USD 85 miliar per bulan, hal ini membuat Indeks Dow Jones ditutup melemah dan membawa pengaruh negatif ke pasar regional. Di bursa domestik pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan membwa tekanan di pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kami perkirakan akan bearish (turun), dengan support dan resistance masing-masing di 5,120 dan 5,264.

Technical Stock Screener:

Bullish Trend:

BBCA - Bullish ( S2: 10,500 , S1: 10,700 , R1: 11,050 , R2: 11,200 )

BBRI - Bullish ( S2: 9,050 , S1: 9,150 , R1: 9,350 , R2: 9,450 )

BJBR - Bullish ( S2: 1,190 , S1: 1,240 , R1: 1,310 , R2: 1,330 )

BKSL - Bullish ( S2: 290 , S1: 295 , R1: 305 , R2: 310 )

BSDE - Bullish ( S2: 1,770 , S1: 1,810 , R1: 1,860 , R2: 1,870 )

Β 

Bearish Trend:

BORN - Bearish ( S2: 400 , S1: 400 , R1: 410 , R2: 420 )

ELTY - Bearish ( S2: 50 , S1: 50 , R1: 50 , R2: 55 )

INDY - Bearish ( S2: 1,000 , S1: 1,010 , R1: 1,030 , R2: 1,040 )

KRAS - Bearish ( S2: 530 , S1: 540 , R1: 550 , R2: 550 )

SSIA - Bearish ( S2: 1,520 , S1: 1,530 , R1: 1,570 , R2: 1,600 )

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads