Jakarta - Kembali variatifnya bursa saham Asia, apalagi dengan pelemahan tajam indeks HSI yang terimbas pelemahan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya membuat laju kenaikan IHSG terhambat. IHSG pun terjungkal dan mengalami koreksi. Belum lagi sentimen dari pelemahan Rupiah yang membuat pelaku pasar hilang mood untuk melakukan transaksi. Asing pun kian agresif jualan sehingga IHSG terperosok kian dalam. Kali ini nett buy asing terjadi pada saham-saham 2nd liner sehingga tidak banyak berikan dampak signifikan pada laju IHSG. Pembukaan pasar Eropa yang negatif tidak berikan imbas yang cukup baik bagi IHSG sehingga IHSG tetap mendekam dalam teritori negatif hingga akhir sesi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5.178,64 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5111,15 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 5129,65. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (31/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 5100-5120 dan resistance 5185-5195. Berpola menyerupai evening star mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali menjauhi area overbought. Pasca IHSG melewati target resisten kami (5195-5203), kembali IHSG bergerak di bawah target support kami (5135-5165). Meski secara teknikal mensinyalkan adanya koreksi lanjutan namun, bisa saja berbalik arah positif bila laju bursa saham global bisa kembali menghijau. Untuk itu, tetap mewaspadai dan mencermati laju bursa saham global.
(ang/ang)