Jakarta - IHSG dibuka melemah dengan level yang terpaut cukup jauh dengan posisi penutupan sebelumnya. IHSG langsung anjlok -0.99% pada menit-menit pertama perdagangan. Usaha IHSG untuk rebound di awal sesi pertama gagal, dan posisi indeks semakin tertekan disepanjang sesi pertama dan kedua. IHSG ditutup dengan koreksi cukup dalam sebesar -1.37% di level 5,129.647. Nilai transaksi pada pasar reguler tercatat sebesar Rp 6,9 triliun menurun dari hari sebelumnya sebesar Rp 7,4 triliun. Transaksi negosiasi tercatat mengalami penurunan paling signifikan dari Rp 3,7 triliun pada penutupan Rabu (29/5) menjadi Rp 757 miliar pada penutupan hari ini, Kamis (30/5). Jatuhnya posisi saham kapitalisasi besar seperti TLKM, UNVR, BMRI, PGAS, dan ASII mendorong laju index turun. Faktor negatif lainnya adalah kenaikan besar transaksi net sell asing sebesar Rp 1,4 trilliun, dengan nilai aksi jual tertinggi pada saham-saham BMRI, TLKM, BBRI, LPKR, dan ASII. Dari seluruh sektor di IDX, hanya sektor Propert y yang mampu menguat 0.62%.
Bursa saham regional Asia ditutup dengan posisi mixed pada Kamis (30/5). Nikkei kembali terhempas -5.15% didorong oleh reaksi negatif pelaku pasar melalui profit taking akibat penguatan Yen terhadap USD. Sementara Hang Seng, KOSPI, dan Strait Times mampu meraih posisi penutupan positif.
Sentimen positif dari posisi penutupan wall street dan naiknya peluang keberlanjutan program stimulus moneter yang juga mampu mengangkat posisi indeks Eropa diperkirakan akan mampu mengerek posisi IHSG yang tertekan cukup dalam pada penutupan kemarin. IHSG diperkirakan akan kembali rebound pada perdagangan hari ini Jumat (31/5).
(dru/dru)