Pelemahan rupiah bisa menambah tekanan terhadap kenaikan inflasi domestik sehingga dinilai bisa mengganggu kestabilan kondisi makro ekonomi Indonesia. Sementara tadi malam di Wall Street, indeks utama saham kembali rebound. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,14% dan 0,37% ditutup di 15324,53 dan 1654,41. Pelaku pasar kembali optimis The Fed akan tetap melanjutkan program stimulusnya (QE3) menyusul recovery perekonomian AS yang dinilai masih belum cukup kuat. Kemarin data pendahuluan angka PDB 1Q13 AS hanya tumbuh 2,4% dibawah estimasi ekonom sebelumnya 2,5%. Kontrak penjualan rumah di AS April lalu hanya naik 0,3% dibawah perkiraan sebelumnya 1,3%. Kondisi perekonomian AS saat ini dinilai masih tetap butuh stimulus untuk menuju pemulihan ekonomi yang lebih kuat.
Pada perdagangan akhir pekan sekaligus menandai akhir Mei pergerakan IHSG diperkirakan masih rawan terjadi koreksi lanjutan meskipun di beberapa saham sektoral berpeluang terjadi technical rebound. IHSG akan bergerak dengan rentang support di 5100 dan resisten di 5140.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
MDLN 1050-1120 TB, SL 1030
BIPI 150-157 BoW, SL 146
BBTN 1360-1410 BoW, 1340
BRMS 350-390 TB, SL 340
LTLS 900-1050 TB, SL 880
(dru/dru)











































