First Asia: IHSG Cenderung Melemah

First Asia: IHSG Cenderung Melemah

- detikFinance
Senin, 03 Jun 2013 08:39 WIB
First Asia: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - Akhir Mei 2013 IHSG ditutup pada posisi 5068,627. Sepanjang bulan Mei IHSG berfluktuasi membentuk rekor di ttik tertinggi 5251,29 dan terendah di 4907,59. Jika melihat data-data tersebut maka terlihat selma bulan Mei IHSG tetap melanjutkan uptrend dari IHSG meskipun beberapa seintimen negatif membayangi. Sepanjang bulan Mei 2013 asing melakukan net sell sebesar Rp 7,9 triliun. Meskipun asing gencar melakukan penjualan, adanya optimisme dan masih kuatnya pembelian dari investor lokal membuat IHSG tetap di zona hijau.

Selama pekan ini IHSG sebenarnya mengalami beberapa sentimen negatif dan positif. Masih cerahnya sektor properti menjadi penopang indeks. Namun tingginya asumsi inflasi dalam APBN membuat adanya kekhawatiran jika hal tersebut akan berimbas ke kenaikan tingkat suku bunga. Padahal trend bunga kredit mikro sedang mengalami penurunan. Selain itu Bank Indonesia juga merilis prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2013 yang hanya sebesar 5,9% - 6,1%. Prediksi ini turun jika dibandingkan dengan kuartal 1 dimana BI memprediksikan perumbuhan ekonomi 6,2%. Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal 1 hanya sebesar 6,02%. Namun BI memprediksi bulan Mei ini berpotensi mengalami deflasi hingga sebesar 0,09%.

Selain itu adanya wacana pembatasan import batubara yang digulirkan pemerintah China menekan sektor tambang batubara. Dari dalam negeri pemerintah juga mencanangkan akan menaikkan pajak royalti dari tambang batubara yang memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Sektor batubara sepertinya masih akan tertekan jika wacana-wacana ini terus berlanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara dari luar adanya kekhawatiran bahwa AS akan megurangi stimulus ekonominya dalam bentuk quantitative easing. Selain itu tingkat pengangguran di 17 negara eropa kembali menembus rekor. persentase pengangguran naik menjadi 12,2%. Angka pengangguran tertinggi berada di yunani dan spanyol sebesar 25%.

Secara sederhana saya dapat menyimpulkan indeks masih akan mengalami aksi profit taking. IHSG menempati posisi kinerja terbaik ketiga setelah bursa Jepang dan Filipina. Filipina saat ini merupakan pesaing berat Indnesia dalam menarik investasi asing. Pertumbuhan ekonomi Filipina mencapai 7,8% lebih tinggi dari China 7,7% dan Indonesia 6,02%.

Aksi profit taking masih akan mewarnai pergerakan IHSG ke depan. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. IHSG berpotensi menguji support di 5000. Secara teknikal IHSG berpotensi mengalami koreksi. Indikator MACD sudah death cross. Indikator RSI sudah keluar dari area overbought dan mengalami downtrend. Selain itu penutupan IHSG kemarin berada di bawah support MA 20d.

IHSG 5000 - 5130

Saham Pilihan

ASRI 1030 - 1090 Spec Buy

ASSA 360 - 410 Spec Buy

BBTN 1360 - 1470 Spec Buy

CMNP 2150 - 2500 Sell on Strength

MNCN 3200 - 3400 Spec Buy

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads