Jakarta - Tidak banyak yang dapat kami sampaikan selain masih terselimutinya IHSG dengan awan hitam. Gencarnya asing jualan membuat pasar kian tersungkur. Posisi oversold hampir mayoritas saham, terutama big caps, juga tidak dihiraukan pelaku pasar. Sebut saja, SMGR dan saham-saham konstruksi BUMN, lalu Three Musketeers (BBRI, BMRI, BBCA), UNVR, Grup Indofood, dan lainnya kian banyak dijual asing sehingga makin menjatuhkan mayoritas indeks saham di akhir pekan kemarin. Penutupan bursa saham AS yang positif tidak berdampak pada IHSG karena terhalangi oleh pelemahan sejumlah bursa saham Asia. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4985,57 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4865,32 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan berakhir di level 4865,32. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (10/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4840-4875 dan resistance 4996-5003. Berpola menyerupai white marubozu di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih di area oversold. IHSG kembali ditutup di bawah target support kami (4938-4966). Di 1 sisi membuat kondisi semakin tidak nyaman. Di sisi lain, laju IHSG tersebut sudah kelewat oversold. Meski IHSG masih ada utang gap atas di 5056-5069 namun, belum ada tanda-tanda upreversal hingga sentimen yang ada berbalik arah. Posisi wait&see kemungkinan menjadi salah 1 pilihan yang mungkin bisa dipertimbangkan sambil mencermati levellevel harga yang menarik untuk masuk.
(ang/ang)