Jakarta - Membaiknya bursa saham AS jelang akhir pekan memberikan hawa positif bagi bursa saham Asia, termasukIHSG. Pelaku pasar menyambutnya dengan suka cita karena mengasumsikan imbas positif tersebut akan mengangkat saham-saham di BEI. Setidaknya ini menjadi penyeimbang sentimen negatif dari kenaikan BI rate yang diperkirakan akan memperlambat laju kredit. Benar saja, pelaku pasar akhirnya banyak kembali mengakumulasi saham-saham yang sudah rendah harganya. Di sisi lain, harapan kami agar asing bisa mengurangi tekanan jual agar IHSG tidak semakin terpuruk juga terwujud. Selain itu, positifnya bursa saham Eropa makin menambah menghijaunya IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4777,09 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4647,74 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4760,74. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (17/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4635-4668 dan resistance 4785-4827. Berpola menyerupai separating lines di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba untuk upreversal dari area oversold. Akhirnya laju IHSG kembali dapat menabrak target resisten kami (4682-4700) dan bahkan melampauinya. Secara pola teknikal, seharusnya masih dapat melanjutkan kenaikan. Apalagi harga-harga saham juga masih rendah. Tetapi, kita tetap harus waspada dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi yang dapat menghambat terbentuknya pola kenaikan tersebut.
(ang/ang)