Pasar Mixed Negatif. Bursa Amerika ditutup turun di tengah aksi “wait and see” investor menjelang FOMC Meeting 18-19 Juni serta mixednya bursa global dan demo menentang kenaikan BBM bersubsidi. IHSG mengalami teknikal rebound setelah menyentuh diagonal support kuatnya. Namun, masih adanya aksi jual asing dapat memperlambat kenaikan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak
Kiwoom Securities: Pasar Mixed Negatif
Pasar Mixed Negatif. Bursa Amerika ditutup turun di tengah aksi “wait and see” investor menjelang FOMC Meeting 18-19 Juni serta mixednya bursa global dan demo menentang kenaikan BBM bersubsidi. IHSG mengalami teknikal rebound setelah menyentuh diagonal support kuatnya. Namun, masih adanya aksi jual asing dapat memperlambat kenaikan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah pada hari ini.
Bakrie Group – John Manzoni gantikan Samin Tan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BATA – Rencana stock split
PT Sepatu Bata (BATA) berencana melakukan stocksplit dengan rasio 1:100 untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar. Manajemen menyatakan telah mendapat persetujuan regulator terkait rencana stocksplit. Sementara itu manajemen mengalokasikan dana belanja modal mencapai Rp 40 Miliar tahun ini yang akan digunakan untuk menambah 40 gerai baru dan melakukan renovasi atas 60 gerai yang ada. BATA juga berencana membangun gudang di Surabaya (Jawa Timur) dan Medan (Sumatra Utara) untuk meningkatkan kecepatan distribusi produk.
DNET, FAST & ROTI – Penyertaan saham
PT Dyviacom Intrabumi (DNET) telah resmi memiliki 35.84% saham PT Fast Food Indonesia (FAST) dan 31.5% saham PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI). Kebutuhan dana akuisisi berasal dari penerbitan 14 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan harga penawaran Rp 500 per lembar sehingga total nilai rights issue mencapai Rp 7 Triliun. Pemegang saham DNET, PT Philadel Terra Lestari (72.45% saham), menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan akan diambil alih oleh PT Megah Eraraharja (ME) dan Treasure East Investment Limited (TEI). Pada akhir Mei, ME tercatat memiliki 36% saham FAST dan TEI tercatat memiliki 31.5% saham ROTI. DNET juga tengah mengkaji rencana pembelian 40% saham PT Indomarco Prismatama.
TOWR – Rencana stock split
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana stock split dengan rasio 1:10 dan telah mendapat persetujuan RUPSLB namun masih izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu TOWR berencana menambah 800-1,000 menara baru dan tengah menyiapkan dana hingga Rp 1 Triliun untuk ekspansi. Sumber dana pembelian menara berasal dari perbankan dan kas internal.
UNSP – Penjualan asset
Anak perusahaan PT Bakrieland Development (ELTY), PT Superwish Perkasa (SP), dikabarkan telah menjual tanah seluas 2.38 Ha di Keluarahan Karet, Setiabudi (Jakarta Selatan), kepada PT Sinar Mas Teladan senilai Rp 747.63 Miliar. Dana hasil penjualan tanah akan digunakan oleh PT Bakrie Swasakti Utama (BSU) untuk mengakuisisi PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS) dari Minarak Labuan Co. Ltd., yang juga merupakan pihak terafiliasi. Penandatanganan transaksi BSU dengan Minarak Labuan dilakukan pada 26 April lalu dengan harga akuisisi 99.21% saham MMS senilai Rp 3.1 Triliun. MMS merupakan pengembang kota Mandiri di wilayah Sidoarjo sedangkan Minarak Labuan merupakan perusahaan yang mengakuisisi sumur gas penyebab lumpur Sidoarjo dari PT Energi Mega Persada (ENRG). mixed cenderung melemah pada hari ini.
Bakrie Group – John Manzoni gantikan Samin Tan
Bumi Plc. (London), induk perusahaan PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Berau Coal Energy (BRAU), menunjuk John Manzoni untuk menggantikan posisi Samin Tan sebagai Chairman Bumi Plc.
BATA – Rencana stock split
PT Sepatu Bata (BATA) berencana melakukan stocksplit dengan rasio 1:100 untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar. Manajemen menyatakan telah mendapat persetujuan regulator terkait rencana stocksplit. Sementara itu manajemen mengalokasikan dana belanja modal mencapai Rp 40 Miliar tahun ini yang akan digunakan untuk menambah 40 gerai baru dan melakukan renovasi atas 60 gerai yang ada. BATA juga berencana membangun gudang di Surabaya (Jawa Timur) dan Medan (Sumatra Utara) untuk meningkatkan kecepatan distribusi produk.
DNET, FAST & ROTI – Penyertaan saham
PT Dyviacom Intrabumi (DNET) telah resmi memiliki 35.84% saham PT Fast Food Indonesia (FAST) dan 31.5% saham PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI). Kebutuhan dana akuisisi berasal dari penerbitan 14 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan harga penawaran Rp 500 per lembar sehingga total nilai rights issue mencapai Rp 7 Triliun. Pemegang saham DNET, PT Philadel Terra Lestari (72.45% saham), menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan akan diambil alih oleh PT Megah Eraraharja (ME) dan Treasure East Investment Limited (TEI). Pada akhir Mei, ME tercatat memiliki 36% saham FAST dan TEI tercatat memiliki 31.5% saham ROTI. DNET juga tengah mengkaji rencana pembelian 40% saham PT Indomarco Prismatama.
TOWR – Rencana stock split
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana stock split dengan rasio 1:10 dan telah mendapat persetujuan RUPSLB namun masih izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu TOWR berencana menambah 800-1,000 menara baru dan tengah menyiapkan dana hingga Rp 1 Triliun untuk ekspansi. Sumber dana pembelian menara berasal dari perbankan dan kas internal.
UNSP – Penjualan asset
Anak perusahaan PT Bakrieland Development (ELTY), PT Superwish Perkasa (SP), dikabarkan telah menjual tanah seluas 2.38 Ha di Keluarahan Karet, Setiabudi (Jakarta Selatan), kepada PT Sinar Mas Teladan senilai Rp 747.63 Miliar. Dana hasil penjualan tanah akan digunakan oleh PT Bakrie Swasakti Utama (BSU) untuk mengakuisisi PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS) dari Minarak Labuan Co. Ltd., yang juga merupakan pihak terafiliasi. Penandatanganan transaksi BSU dengan Minarak Labuan dilakukan pada 26 April lalu dengan harga akuisisi 99.21% saham MMS senilai Rp 3.1 Triliun. MMS merupakan pengembang kota Mandiri di wilayah Sidoarjo sedangkan Minarak Labuan merupakan perusahaan yang mengakuisisi sumur gas penyebab lumpur Sidoarjo dari PT Energi Mega Persada (ENRG).
(dru/dru)











































