Jakarta - Positifnya laju bursa saham Asia meskipun di akhir pekan kemarin bursa saham AS ditutup di zona negatif secara tidak langsung cukup berimbas pada IHSG. Di sisi lain, berlangsungnya Rapat Kerja DPR untuk menentukan kebijakan kenaikan harga BBM turut ditunggu pelaku pasar. Pasar mencoba berspekulasi bahwa nantinya DPR akan menyetujui kenaikan harga BBM tersebut meskipun ada beberapa fraksi di DPR yang menolak kebijakan tersebut. IHSG sempat menyentuh level 4.800an namun, tidak bertahan lama karena mulai memanasnya suasana siding di gedung DPR. Positifnya pembukaan bursa saham Eropa turut menguatkan laju IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4804,50 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4751,52 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4760,74. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (18/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4715-4760 dan resistance 4810-4827. Berpola menyerupai shooting star di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba untuk melanjutkan upreversal dari area oversold. Laju IHSG yang berada di atas target support kami (4635-4668) sedikit mampu memberikan harapan akan kelanjutan rebound meski gagal bertahan di kisaran target resisten kami (4785- 4827). Laju positif ini dapat berlanjut asalkan asumsi tidak berlarut-larutnya sentimen ketidakjelasan di dalam negeri tidak terjadi. Untuk itu, kita masih harus tetap harus waspada dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi yang dapat menghambat terbentuknya pola kenaikan tersebut.
(ang/ang)