Pada perdagangan kemarin (18/06) IHSG ditutup kembali menguat sebesar 1.38% pada level 4,840.45. Para investor merespon positif kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui perubahan APBN 2013 melalui mekanisme voting. Penguatan IHSG dipimpin oleh sektor agrikultur yang naik sebesar 2.47%. Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 224,6 miliar.
Semalam (18/06), bursa Wall Street ditutup kembali menguat. Indeks DJIA menguat sebesar 138.38 poin atau naik 0,91% ke level 15,318.23, indeks Nasdaq menguat sebesar 30.05 poin atau naik 0.87% ke level 3,482.18, indeks S&P juga ikut menguat sebesar 12.77 poin atau naik 0.77 % ke level 1,651.81. Rilisnya beberapa data ekonomi seperti data perumahan AS yang naik 6.8% di bulan Mei serta indeks harga konsumen AS pada bulan mei yang mengalami kenaikan tipis menjadi 0.1% membuat bursa Wall Street kembali menguat cukup signifikan.
Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan penguatannya di tengah Invetor yang menanti hasil dari FOMC serta China yang akan merilis data PMI pada hari kamis yang diprediksi mengalami kenaikan. Secara teknikal, IHSG membentuk pola seperti three white soilders dan mendekati midlle bolingger bands. Indikator MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memendek, indikator stochastic bergerak ke arah overbought. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4755-4910 resistance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































