Jakarta - Meski bursa saham Asia melaju variatif karena adanya kabar negatif dari Jepang dan China namun, dengan positifnya bursa saham Asia dan adanya rilis kepastian kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna yang diadakan DPR membuat IHSG masih mampu bertahan positif. Pelaku pasar pun memanfaatkan momen tersebut untuk kembali mengakumulasi beberapa saham, terutama saham-saham big caps, meski tidak jarang beberapa saham big caps lainnya yang telah mengalami kenaikan beberapa hari sebelumnya terkena aksi profit taking. Pembukaan bursa saham Eropa yang masih sempat positif turut mempertahankan IHSG di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4862,01 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4794,82 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4840,45. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (19/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4785-4805 dan resistance 4855-4873. Berpola menyerupai three white soldier dekati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bertahan upreversal di atas area oversold. Laju IHSG yang berada di atas target resisten kami (4810-4827) masih memberikan harapan akan kelanjutan rebound. Tetapi, dengan kenaikan yang sedikit bersifat terbatas terlihat bahwa pelaku pasar sedang menahan diri. Diharapkan langkah wait & see ini tidak mendorong aksi profit taking untuk mengantisipasi pertemuan The Fed dan kepastian tanggal kenaikan harga BBM.
(ang/ang)