Minyak light sweet diperdagangkan di level US$95 per barel di New York ditengah menurunnya China Manufacturing PMI dan pernyataan The Fed yang akan mengurangi jumlah stimulusnya.
IHSG kemarin (20/6) ditutup turun 176,66 poin (-3,68%) ke 4.629,99 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp1.192 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan BBCA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, pelemahan IHSG menghasilkan gap down candlestick, hal ini mengindikasikan adanya tekanan bearish yang cukup besar.
Pada perdagangan hari ini (21/6) IHSG diperkirakan masih akan melemah di mana hal ini terlihat dari indikator MACD dan Moving average yang menghasilkan sinyal bearish serta indikator stochastic yang menghasilkan sinyal dead cross dan diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.550-4.750 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. LSIP, PTPP, dan SMGR.
(etr/ang)











































